Predator Seksual Terhadap Siswi di Ketapang, Diancam 20 Tahun Penjara

Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat, mengatakan tersangka ditangkap pada Minggu (19/05/2019).

Predator Seksual Terhadap Siswi di Ketapang, Diancam 20 Tahun Penjara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat bersama jajaran saat diwawancarai awak media. 

Predator Seksual Terhadap Siswi di Ketapang, Diancam 20 Tahun Penjara

KETAPANG - Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat, mengatakan tersangka ditangkap pada Minggu (19/05/2019).

tersangka diduga melakukan pencabulan dan pelecehan seksual terhadap beberapa orang anak di bawah umur di Desa Seguling Kecamatan Manis Mata.

"Pelaku ini merupakan guru bantu di sekolah dasar, sekaligus pengajar les privat bagi anak-anak karyawan perusahaan," kata Yuri saat ditemui di Mapolres Ketapang, Jumat (24/05).

Polsek Manis Mata menerima laporan adanya tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur dari satu diantara keluarga korban. Setelah menerima laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Manis Mata bersama anggota langsung mendatangi anak dan orang tua yang diduga menjadi korban pencabulan.

Setelah meminta keterangan, polisi kemudian membawa korban untuk dilakukan Visum Et Repertum.

Setelah mendapatkan alat bukti yang cukup, polisi langsung mengamankan tersangka di rumahnya di perumahan perusahaan kelapa wasit di Desa Seguling yang sekaligus merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca: Bela Sungkawa Edi Kamtono Terhadap Korban Aksi 22 Mei, Sebut Ryan Anaknya Pintar

Baca: Prabowo - Sandiaga Uno Tempuh Jalur MK, Mahfud MD: Apresiasi Itu Ya, Jusuf Kalla: Kami Hargai

Baca: Forkopimka Belitang Sambut Kunjungan Kerja Dandim 1204 Sanggau ke Koramil Belitang

Pelaku tak berkutik saat ditangkap polisi. Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku khilaf.

Barang bukti dan tersangka kemudian dibawa ke Unit PPA Polres Ketapang. Sementara korban mendapatkan pendampingan dari KPAI Ketapang.

Saat ini, pelaku telah mendekam di sel tahanan Polres Ketapang untuk menunggu proses hukum selanjutnya

Akibat perbuatannya pelaku dikenai pasal 76 huruf E, pasal 82 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara.

"Meski telah menyesali perbuatannya dan siap bertanggung jawab, proses hukum terhadap pelaku akan terus dilanjutkan," pungkas Yuri.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved