Tandatangai Surat Pernyataan, Sultan Pontianak Jamin Kamtibmas di Pontianak

Pernyataan ini juga disaksikan atau ditandatangi bersama seluruh Forkopimda Kalbar.

Tandatangai Surat Pernyataan, Sultan Pontianak Jamin Kamtibmas di Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HADI SUDIRMANSYAH
Sultan XI Pontianak Syarif Mahmud Melvin Al Kadrie tandatangani surat pernyataanm Kamis (23/5/2019) 

Tandatangai Surat Pernyataan, Sultan Pontianak Jamin Kamtibmas di Pontianak

PONTIANAK - Sultan XI Pontianak Syarif Mahmud Melvin‎ Alkadri ikuti Rapat tertutup dengan Gubernur Kalbar H Sutarmidji, Polda Kalbar dan TNI di Ruangan Tribata Mapolda Kalbar pada Kamis (23/5/2019)

Rapat tertutup yang di hadiri Forkopimda Kalbar, Walikota Pontianak serta pihak keluarga yang ditahan petugas duduk bersama untuk membahas pasca aksi unjuk rasa di wilayah Pontianak timur.

Hasil rapat tersebut ‎akhirnya pihak kepolisian dari 203 tersangka yang ditahan petugas, maka ada 102 dikembalikan ke orang tuanya, 98 dalam proses asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu untuk direhabilitasi dan 3 orang di proses hukum karena kepemilikan narkoba.

Di sela rapat itu, Sultan ke IX Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie membacakan surat pernyataan dimana intinya akan menjamin masyarkat Pontianak timur tidak melakukan unjuk rasa.

Baca: Mahasiswi Ditemukan Tewas Tergantung, Kapolsek Ungkap Kronologinya

Pernyataan ini juga disaksikan atau ditandatangi bersama seluruh Forkopimda Kalbar.

"Saya akan bertanggung jawab dan menjamin, situasi gangguan kamtibmas di Pontianak di wilayah Pontianak Timur, Rabu, tidak akan terulang lagi," kata Syarif Mahmuch Melvin Alkadrie, pada saat membacakan surat pernyataannya, di Mapolda Kalbar, Kamis (23/5/2019).

"Surat pernyataan ini saya buat tanpa paksaan dari pihak mana pun, apabila di kemudian hari tidak sesuai dengan pernyataan tersebut, maka sungguh dituntut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," tambahnya.

Dalam pernyataan itu, dia juga menyatakan akan bertanggungjawab penuh terhadap keberadaaan masyarakat dalam wilayah Kesultanan Pontianak, untuk menjaga keamanan selalu kondusif, serta akan mengawasi aktivitas masyarakat dengan sebaik-baiknya.

"Saya akan menjamin Kamtibmas di Pontianak pascakerusuhan agar tercipta kamtibmas yang kondusif, sehingga aktivitas masyarakat Kota Pontianak tidak terganggu," ujar dia.

Seperti yang diketahui, unjuk rasa di kota Pontianak selama dua hari berturut-turut itu terjadi di kawasan Pontianak Timur terdapat sejumlah fasilitas umum yang rusak.

Massa juga membakar dua pos polisi dan melakukan blokade di Jembatan Kapuas I, penghubung Pontianak Timur dengan Selatan.

Tak sedikit korban dari kerusuhan ini. Baik dari warga sipil maupun aparat. Sementara ada 203 perusuh yang sempat diamankan.‎

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved