Ketua PPS Sungai Besar Batu Ampar Wafat, KPU Tunggu Berkas untuk Cairkan Santunan

Hingga Senin (13/5) sudah ada sembilan korban yang laporannya sudah diterima oleh KPU Kubu Raya, belum termasuk satu korban atas nama Sulik

Ketua PPS Sungai Besar Batu Ampar Wafat, KPU Tunggu Berkas untuk Cairkan Santunan
istimewa
JENAZAH - Warga membawa jenazah Sulik, yang merupakan Ketua PPS Desa Sungai Besar, Batu Ampar, ke pemakaman umum setempat, Minggu (12/5). Sulik yang dikenal tokoh masyarakat ini mendadak kesehatannnya memburuk. Ia sempat sesak nafas kemudian meninggal. ISTIMEWA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sudah berkomitmen untuk bertanggungjawab atas meninggalnya ratusan petugas penyelenggara pemilu di indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Kubu Raya. Hanya saja, hal itu masih mengalami beberapa kendala, di antaranya kelengkapan berkas administrasi agar keluarga dapat menerima santunan terhadap korban, baik yang meninggal dunia maupun sakit.

“Kami minta kronologis seperti apa, karena harus ada kronologis yang memang menyatakan beliau wafat atau sakit disebabkan dalam menjalankan tugas. Kita ini khawatir juga ada orang yang memang bukan dalam masa tugas dianggap dalam masa tugas karena mendengar ada santunan,” terang Komisioner KPU Kubu Raya Syarifah Nuraini, Senin (13/5/2019).

Hal itu menurutnya sudah menjadi imbauan dari KPU pusat terhadap KPU provinsi maupun Kabupaten/Kota bahwa jika memang ada korban, baik itu sakit atau kecelakaan kerja hingga yang meninggal dunia untuk melakukan proses verifikasi.

Adapun berkas yang harus dipenuhi berupa Fotokopi KTP, fotokopi KK, surat kematian baik itu dari RS ataupun dari Desa yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar wafat di tanggal sekian lokasinya dimana dan dalam keadaan apa.

Nantinya mereka, khususnya untuk korban yang meninggal, ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar Rp 36 juta yang ditransfer langsung ke rekening oleh KPU RI.

Sedangkan untuk korban yang sakit, akan menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kondisi yang bersangkutan.

Sembilan Korban

Sementara itu, hingga Senin (13/5) sudah ada sembilan korban yang laporannya sudah diterima oleh KPU Kubu Raya, belum termasuk satu korban atas nama Sulik yang meninggal pada Minggu (12/5). Sulik merupakan Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Sungai Besar, Kecamatan Batu Ampar.

“Kalau untuk status Pak Sulik, kami belum bisa memastikan. Sementara ini urus data yang sudàh masuk dan dalam tahap lengkapi berkas yang kurang, surat ahli waris dan nomor rekening,” kata Syarifah.

Sedangkan pihak keluarga Sulik, dalam hal ini diwakilkan Mustafa mengaku berharap betul perhatian dari KPU. Apalagi sepeninggalan Sulik, ia meninggalkan satu istri dan dua ank perempuan berusia 11 tahun dan 3 tahun.

Halaman
12
Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved