Satgas 115 Tenggelamkan Lima Kapal Ilegal di Pulau Datok

Dua kapal kandas di muara saat ditarik menuju ke lokasi penenggalaman, jadi hanya tiga yang berhasil ditenggelamkan

Satgas 115 Tenggelamkan Lima Kapal Ilegal di Pulau Datok
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Hamdan
Proses penenggalaman kapal di saksikan secara langsung Kejari Pontianak dan Direktur PSDKP Pontianak, Sabtu (11/5/2019) 

Satgas 115 Tenggelamkan Lima Kapal Ilegal di Pulau Datuk

PONTIANAK - Satgas 115 kembali menenggelamkan lima kapal ilegal fishing di perairan pulau datuk Kabupaten mempawah. Proses penenggalaman kapal tersebut di saksikan secara langsung Kejari Pontianak dan Direktur PSDKP Pontianak, Sabtu (11/5/2019)

Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Agus Sahat ST Lumbangaol mengakui memang proses pemusnahan barang bukti ilegal fishing tidak bisa serta merta dilakukan dengan cepat. Ada proses hukum yang memang perlu ditaati.

"Kita akan harus sesuai dengan tahapanya, gak serta merta langsung eksekusi pemusnahan barang bukti," ujarnya sesaat proses penenggalaman kapal di perairan pulau datuk kabupaten mempawah, Sabtu (11/5/2019).

Baca: Kurang Istirahat dan Tak Sempat Makan, Pilot Tak Sadarkan Diri Saat Terbang

Baca: Berikut Tips Menulis Bagi Pemula dari Wakil IGI Kalbar

Ia menerangkan pihaknya ingin saja melakukan pemusnahan barang bukti ilegal fishing dengan cepat, namun demikian sebagaimana proses hukum yang ada semua tatanan dan tahapan prosesnya harus ditaati.

Rencananya akan ada lima kapal yang akan ditenggelamkan. Namun hanya tiga yang bisa ditenggelamkan sementara untuk dua kapalnya masih kandas di depan muara.

"Dua kapal kandas di muara saat ditarik menuju ke lokasi penenggalaman, jadi hanya tiga yang berhasil ditenggelamkan. Akan tetapi dalam waktu dekat ini akan ditenggelamkan," ujarnya.

Ia memaparkan masih ada sembilan kapal ilegal fishing yang masih dalam tahap kasasi dan masih mengunggu incrah. Dari sembilan kapal tersebut terdiri dari delapan kapal dan satu skoci.

"Proses tahapanya memang begitu masih ada upaya hukum yang akan ditempuh dahulu," pungkasnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved