Jembatan Landak II Telan Rp 106 Miliar APBD

Kerangka jembatan sendiri didatangkan dari kementerian PUPR, bukan pengadaan dari kontrak dengan nilai kerangka sekitar Rp 26 miliar,"sebutnya.

Jembatan Landak II Telan Rp 106 Miliar APBD
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Duplikasi Jembatan Landak yang hampir rampung di Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (7/5/2019) sore. Jembatan duplikat ini dalam waktu dekat akan diuji coba, dan diharapkan dapat segera bisa dipergunakan. 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Biaya dan nilai pembangunan Jembatan Landak II mencapai Rp106 miliar yang merupakan alokasi APBD melalui Balai Jalan XX Pontianak dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XX Potianak, Junaidi menjelaskan total biaya Rp106 miliar itu terdiri dari Rp 80.3 miliar nilai kontrak pembangunan dan Rp 26 miliar nilai dari kerangka baja yang dibantu oleh Kementerian PUPR.

"Jembatan Landak II bentangnya 380 meter totalnya. Kemudian dibagi menjadi tujuh segmen, ada dua segmen bentangnya 40 meter dan lima segmen bentangnya 60 meter," jelas kepala Balai XX Pontianak, Junaidi, Kamis (9/5/2019).

Baca: Jembatan Landak II Rampung 100 Persen, Operasional Tunggu Jalan Penghubung

Baca: Kabar Gembira Bagi Member TFC Premium, Martalena Spa Berikan Layanan Totok Wajah, Gratis!

Lanjut disampaikannya tiang panjang yang digunakan adalah baja lalu diatasnya ada pilar dan kepala pilar dan di atasnya ada alas dan jembatan.

"Kerangka jembatan sendiri didatangkan dari kementerian PUPR, bukan pengadaan dari kontrak dengan nilai kerangka sekitar Rp 26 miliar,"sebutnya.

Duplikasi Jembatan Landak yang hampir rampung di Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (7/5/2019) sore. Jembatan duplikat ini dalam waktu dekat akan diuji coba, dan diharapkan dapat segera bisa dipergunakan.
Duplikasi Jembatan Landak yang hampir rampung di Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (7/5/2019) sore. Jembatan duplikat ini dalam waktu dekat akan diuji coba, dan diharapkan dapat segera bisa dipergunakan. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Waktu pengerjaan Landak II ini total kontrak 600 hari kalender dimulai 4 September 2017 dan selesainnya Tanggal 26 April 2019. Sedangkan pengerjaan oleh PT Brantas Abipraya yang merupakan BUMN.

Kemudian untuk lebar jembatan sembilan meter, satu meter kiri dan kanan untuk trotoar dan ruas jalan kendarannya tujuh meter.

"Lantai jembatan dibuat dari beton dan dilapisi oleh aspal 4 CM," ujarnya.
Lanjut disampaikannya bahwa Jembatan Landak II ini bagian penunjang dibangunnya jalan tol yang telah direncanakan pemerintah ruas Pontianak-Singkawang.

Saat ini pembangunan Jembatan Landak II atau Duplikasi Jembatan Landak telah rampung 100 persen dibangun pihak pelaksana. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XX Potianak, Junaidi menjelaskan, kini pihaknya tinggal merapikan beberapa bagian untuk finishing.

"Saat ini pembangunan fisiknya sudah selesai tinggal pemeliharaan dan merapikan saja. Cuma perjanjiannyakan kota yang membuat jalan pendekat, tapi karena kota masih dalam proses lelang dan masih beberapa titik lokasi masih belum bebas sehingga saat ini jalan pendekat belum terealisasi," ucap Junaidi di ruang kerjanya, Kamis (9/5/2019).

Junaidi menjelaskan, pihaknya sudah berdiskusi dengan pihak Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pontianak, dan di dapat kesimpulan bahwa BPJN Wilayah XX Pontianak akan membuat jalan sementara agar pengoperasionalan Duplikasi Jembatan Landak II dapat segera difungsikan.

"Mungkin kita membuat sekitar 100 meter dari jembatan untuk jalan sementara. Selanjutnya untuk pembuatan jalan dua jalurnya dilakukan oleh Pemkot Pontianak. Sebab kalau menunggu kota selesai lelang lama lagi, lalu semakin lama bisa dilewati masyarakat," ucap Junaidi.

Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved