Wabup Sujiwo Tinjau Gudang dan Pasar, Pastikan Beras Kubu Raya Mencukupi hingga Lebaran

Alhamdulillah di gudang CV Agro Abadi saja sudah ada sekitar empat ribu ton beras, dan gula juga sangat aman,” kata Sujiwo

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat tinjau gudang beras CV Agro Abadi di Sungai Raya, Selasa (7/5). 

Selain memastikan keamanan bahan makanan dari sisi kualitas, Suiwo menyebut sidak dilakukan juga untuk menjamin tersedianya kuantitas bahan makanan pokok khususnya dalam momentum bulan Ramadan hingga hari raya Idulfitri mendatang.

Terkait peningkatan harga bahan pokok, Sujiwo menilai hal tersebut tersebut lumrah sebagai fenomena mekanisme pasar.

Ia mengatakan pemerintah tidak bisa serta merta melakukan intervensi harga, apapun yang bisa dilakukan, menurut dia, adalah melakukan pengendalian dengan menetapkan batas harga tertinggi melalui kewenangan kementerian terkait.

“Kalau soal kenaikan harga, pemerintah tidak bisa mengendalikan secara tuntas karena ini memang sudah jadi rutinitas ketika Ramadan dan lebaran. Tapi pemerintah pusat melalui kementerian juga sudah mengendalikan secara baik. Sehingga kenaikan masih di ambang batas normal, tidak melewati harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan,” tuturnya.

Sanksi
Sementara, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya, Nora Sari Arani mengungkapkan, pihaknya akan menindak tegas pedagang yang melakukan pelanggaran.

Pelanggaran yang dimaksud misalnya dengan menggunakan bahan kimia berbahaya untuk mengawetkan makanan. “Jika ada yang kedapatan kita sudah punya datanya. Kalau dia sudah pernah dapat surat peringatan, maka jika terulang lagi dia tidak akan dapat surat peringatan, tapi langsung cabut izinnya,” katanya.

Nora mengaku bersyukur dengan tidak adanya temuan di pasar Sungai Kakap. Ia mengungkapkan, sidak yang dilakukan pihaknya bersama sejumlah instansi terkait bersifat rutin.
Tapi khusus di momen Ramadan dan Idulfitri, petugas yang diturunkan berjumlah lebih banyak, mengingat begitu banyak variasi produk makanan dan minuman yang dijual.

“Pemantauan harga juga kita sebenarnya lakukan setiap hari. Pegawai kami setiap pukul tujuh pagi sudah bergerak ke pasar-pasar. Jadi ini bukan hal yang baru. Tapi Alhamdulillah hari ini kita lihat pedagang di Sungai Kakap ini sudah mulai sadar bahwa makanan yang membahayakan bisa berdampak hingga ke ranah hukum,” ucapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved