Gakkumdu Proses Kasus Pencoblosan Dua Kali di Nanga Tayap dan Simpang Dua

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ketapang mendapatkan laporan atas terjadinya pelanggaran pemilu yang ditemukan di dua Kecamatan

Gakkumdu Proses Kasus Pencoblosan Dua Kali di Nanga Tayap dan Simpang Dua
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Ketua Bawaslu Kabupaten Ketapang, Nuriyanto bersama staf Bawaslu lainnya, yang hadir di Lapas Klas IIB Ketapang untuk memantau langsung proses perekaman e-KTP yang dilaksanakan oleh Disdukcapil Ketapang dan serentak di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia. Kamis, (17/01/2019). 

Gakkumdu Proses Kasus Pencoblosan Dua Kali di Nanga Tayap dan Simpang Dua

KETAPANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ketapang mendapatkan laporan atas terjadinya pelanggaran pemilu yang ditemukan di dua Kecamatan yaitu di Kecamatan Nanga Tayap dan Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Ketapang, Nuriyanto menyebutkan saat ini kasus tersebut sudah di proses oleh Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Ketapang.

"Jadi kasus yang sempat viral kemarin itu, saat ini sudah ditangani oleh teman-teman dari Kepolisian dan Kejaksaan," terang Nuriyanto saat ditemui di ruangannya, Selasa (30/04/2019).

Baca: Bawaslu Sebut PSU di TPS 02 Lubuk Kakap Berjalan Kondusif dan Sesuai Prosedur

Baca: Perusahaan Bisa Didenda Bila Tidak Berikan Cuti Bagi Karyawan

Baca: Ketua KPU Sanggau: Awalnya Ketua KPPS 09 Dusun Landau Sempat Mengeluh Sakit Kaki

Nuriyanto menjelaskan kalau kasus tersebut terjadi, dimana ada satu orang warga yang mencoblos dua kali dari TPS ke TPS lainnya.

"Jadi dia ini sudah coblos di TPS pertama, terus nyoblos lagi ke TPS lain. Dan kedua orang tersebut juga mengakui perbuatannya," ujarnya.

Menurut Nuriyanto, bagi warga yang terbukti melakukan pencoblosan dua kali tersangka akan dikenakan sanksi pidana menurut UU Pemilu Pasal 516 yaitu kurungan penjara paling lama 18 bulan dan denda paling tinggi Rp 18juta.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved