Pisah Sambut Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Thamrin Kembali Jadi Dosen MIPA
Acara ini juga dihadiri Ketua IKA Untan sekaligus Gubernur Kalbar, H Sutarmidji SH Mhum, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Wakil Rektor
Penulis: Anggita Putri | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartwan Tribun, Anggita
TRIBUNPONTIANAK.ID, TRIBUN - Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar acara pisah sambut Rektor Untan yang baru Prof Dr Garuda Wiko SH Msi dengan Rektor Untan Periode 2011-2019 Prof Dr Thamrin Usman DEA di Ruang Konferensi 5 Lantai dua Gedung Konferensi Untan, Rabu (24/4/2019) malam.
Acara ini juga dihadiri Ketua IKA Untan sekaligus Gubernur Kalbar, H Sutarmidji SH Mhum, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Wakil Rektor, dan Civitas Akademika Untan.
Dalam paparanya, Prof Dr Thamrin Usman DEA mengaku bersyukur pemilihan Rektor Untan dalam prosesnya tidak ada satu pun kendala, tidak ada satupun riak-riak yang menyebabkan salah paham antar sesama.
“Seandainya kita berbelah dan saling ngotot saya yakin proses pemilihan rektor kita terkendala. Saya sangat bersyukur di akhir masa jabatan saya, alhamdulillah atas kerjasama kita semua suksesi pemilihan rektor untan mulus dan lancar,” katanya yang malam itu didampingi istri.
Baca: Naik Dango Wujud Rasa Syukur Kepada Pencipta
Baca: Anggarkan Hibah Bidang Keagamaan Rp 22 Miliar, Bupati Warning Penerima
Selain itu Prof Thamrin Usman DEA memengatakan bersama civitas lainnya telah meletakkan tapak-tapak kemajuan Untan hingga memudahkan kedepannya untuk Untan berkembang lebih pesat lagi. Ia mengimbau agar seluruh civitas akademi Untan bersama melangkah dan menyamakan arah langkah kepada pimpinan yang baru.
Karena Untan bukan milik satu orang saja, kata dia. Tapi milik masyarakat yang ada di Kalbar serta bangsa Indonesia dan harus dijaga dan didukung terus sehingga maju pesat.
Selesai tugasnya menjadi Rektor Untan ia katakan tentu saja akan kembali hakikatnya sebagi guru besar. “Allah yang tentukan nasib kita. Intinya rektor itu adalah jabatan tambahan, dan saya pun pensiun umur 70 karena guru besar," ujarnya.
Jadi ia akan kembali ke profesinya sebagai dosen Untan. "Saya pasti kembali ke Untan karena saya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Untan jadi harus kembali ke Untan yaitu ke Fakultas MIPA ," ujarnya.
Kemudian ia harus melakukan aktivitas tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dan jabatan itu adalah tambahan.
"Kini program yang sedang saya lakukan yaitu sedang menyiapkan pembangunan industri bio disel di Kalbar ini dan teknologi yang sudah kita temukan adalah teknologi yang lebih advance dan lebih maju dan itu bakal menjadi satu-satunya teknologi maju yang tersedia ," jelasnya.
Itu bisa dikatakan separuh dari temuan dirinya dan separuhnya adalah temuan temannya dari Korea. "Sehingga kita boleh claim bahwa itu adalah separuhnya karya putra putri Indonesia," ujarnya.
Ia berharap kedepannya nanti banyak anak pintar bisa masuk ke Untan dan merekalah yang akan mengharumkan nama Untan, dan mereka juga yang akan menunjukan prestasinya.
"Kemudian mereka juga harus di sediakan beasiswa. Kita berharap dengan beasiswa Bidikmisi dan Bank, itu makin memberikan kesempatan dan menolong putra- putri kita agar bisa kuliah di Untan," imbuhnya .