Pisah Sambut Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Thamrin Kembali Jadi Dosen MIPA

Acara ini juga dihadiri Ketua IKA Untan sekaligus Gubernur Kalbar, H Sutarmidji SH Mhum, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Wakil Rektor

Penulis: Anggita Putri | Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat acara pisah sambut Rektor Untan Prof Thamrin Usman, DEA dan Prof Garuda Wiko, di Gedung Konferensi 5, lantai 2 Universitas Tanjungpura, rabu malam (25/4/2019). 

Prof Thamrin juga berpesan kepada Prof Garuda Wiko untuk terus bekerja keras mempertahankan apa yang sudah dicapai dan mengatur langkah percepatan ke depannya agar apa yang sudah dicapai selama ini dapat ditingkatkan.

"Kalau ditanya tentang apa yang akan saya lakukan pertama saya ingin menterjemahkan secara konsisten kebijakan-kebijakan kementrian antara lain adalah yang paling digaris bawahi adalah bagaimana good government diciptakan dan dijalankan di universitas," jelasnya

Sementara itu, Prof Dr Garuda Wiko SH Msi dalam sambutannya mengatakan tugas utama dosen adalah melaksanakan Tri Dharma Peguruan Tinggi yaitu mengajar, meneliti dan pengabdian kepada masyarakat.

“Maka setelah tidak lagi menjabat sebagai Rektor Prof Dr Thamrin Usman DEA tidak lantas meninggalkan kita, melainkan kembali menjalankan tugas utamanya sebagai pakar Ilmu Kimia dan selama ini pun tetap dilaksanakannya”, tuturnya.

Prof Garuda Wiko menyampaikan selama dibawah kepemimpinan Prof Dr Thamrin profil Untan semakin membanggakan. Banyak prestasi yang telah diraih. Sejumlah prodi telah terakreditasi A, bahkan Untan sebagai Institusi meraih akreditasi A. “Ini salah satu pencapaian yang impresif dan itu semua merupakan satu legacy yang membanggakan kita semua”, katanya.

Prof Garuda Wiko berpendapat dengan pencapaian yang ada selama ini tentu tugasnya tidak otomatis menjadi ringan selain harus meneruskan tugas-tugas yang masih belum selesai yakni meningkatkan akreditasi prodi yang masih 90% di bawah A. Untan juga sudah semestinya mentransfer sistem pembelajaran dari yang konvensional menjadi sistem yang kompatibel dengan tuntutan era Revolusi 4.0.

Selain itu, Untan perlu menambah jumlah doktor dan guru besar, memperbanyak publikasi dosen di jurnal-jurnal ilmiah terakreditasi dan terus mendorong para mahasiswa meraih prestasi-prestasi yang lebih tinggi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved