Mahasiswa Profesi Ners Musyawarah Bersama Masyarakat Punggur, Tawarkan Solusi Open Defecation Free

Acara Musyawarah Masyarakat Desa ini dilaksanakan di SDN 38 Desa Punggur Kapuas Kecamatan Sungai Kakap.

Mahasiswa Profesi Ners Musyawarah Bersama Masyarakat Punggur, Tawarkan Solusi Open Defecation Free
ISTIMEWA
Mahasiswa Profesi Ners Musyawarah Bersama Masyarakat Punggur, Tawarkan Solusi Open Defecation Free 

Pengabdian Kepada Masyarakat, Mahasiswa Profesi Ners Pilih Musyawarah Bersama Masyarakat, Tawarkan Solusi Open Defecation Free

Citizen Reporter
Tri Handayani

PONTIANAK - Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 1 merupakan pintu awal terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Profesi Ners Universitas Tanjungpura Angkatan 6 pada Senin (22/4/2019) sebagai bagian dari pelaksanaan praktik komprehensif Keperawatan Komunitas dengan mengaplikasikan Tri Dharma perguruan tinggi yang ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Acara Musyawarah Masyarakat Desa ini dilaksanakan di SDN 38 Desa Punggur Kapuas Kecamatan Sungai Kakap. Acara ini terdiri dari pembukaan, acara inti dan penutup.

Pada acara pembukaan telah dibuka secara resmi oleh Kepala Camat Sungai Kakap yaitu Bapak Tugiono, SE. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu pemaparan hasil data tabulasi yang disampaikan oleh Suci Wahyuni mahasiswa Program Studi Profesi Ners Universitas Tanjungpura Angkatan 6.

Baca: 63 Mahasiswa STIK Widya Bhara Daksa Pengabdian Masyarakat di Wilayah Hukum Polda Kalbar

Baca: IKIP PGRI Pontianak Terus Tingkatkan Program Pengabdian Kepada Masyarakat

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rancangan program kerja kesehatan yang disampaikan oleh Luthfi Ummami Fauzi sekaligus musyawarah dan diskusi bersama para Tokoh Masyarakat Desa Punggur Kapuas, Tenaga Kesehatan Puskesmas Punggur, para Pejabat Desa beserta Perangkat Desa Punggur Kapuas, para Dosen Keperawatan Universitas Tanjungpura dan Mahasiswa/i Program Studi Profesi Ners Universitas Tanjungpura.

Hasil data tabulasi terkait masalah kesehatan utama yang ditemukan di Desa Punggur Kapuas adalah sanitasi dan lingkungan yang kurang khususnya permasalahan pada jamban/wc, sehingga solusi yang ditawarkan berupa gerakan nasional yang berbentuk Desa Open Defecation Free (ODF).

Secara garis besar, peserta MMD 1 tampak sangat antusias dan aktif dalam memberikan tanggapan maupun saran dalam pelaksanaan musyawarah untuk mencapai mufakat demi terlaksananya program-program kerja yang akan dilaksanakan di Desa Punggur Kapuas.

Baca: Polda Kalbar Dukung Bakti Sosial Kesehatan di Istana Kadriah Pontianak

Baca: Dosen UBSI Berikan Pelatihan Aplikasi AP2K, Reza: Sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat

Kesimpulan rancangan program kerja kesehatan yang telah disepakati antara lain mengenai komunitas masyarakat, kesehatan kerja, dan kesehatan sekolah yang tentunya bekerjasama dengan lintas sektor maupun lintas program.

Setelah tercapai kesepakatan bersama, rangkaian acara diakhiri dengan panandatanganan Lembar Persetujuan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 1 oleh Ketua Stase Keperawatan Komunitas (Saudara Widiyanto).

Juga dosen Koordinator Stase Keperawatan Komunitas (Bapak Ns. Faisal Kholid Fahdi, M.Kep), Kepala Puskesmas Punggur (Bapak Sumediono, S.ST), Kepala Desa Punggur Kapuas (Bapak Fortunius Darno), dan Kepala Camat Sungai Kakap (Bapak Tugiono, SE) serta telah disepakati sebanyak 29 Program Kerja Kesehatan yang akan direalisasikan di Desa Punggur Kapuas. (*/gam)

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved