Kalbar 24 Jam
Kalbar 24 Jam - Kapal Feri Terbalik, Warga Tangkap Ular Piton, hingga Mayat Perempuan di Pemakaman
Kapolres menerangkan saat bersandar ada dua unit kendaraan sempat keluar dari lambung kapal. Namun saat itu kapal ferry sudah mulai miring ke kiri
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kalbar 24 Jam - Kapal Feri Terbalik, Warga Tangkap Ular Piton, hingga Mayat Perempuan di Pemakaman
BERAGAM informasi, peristiwa dan kejadian menarik mewarnai Kalimantan Barat (Kalbar) dalam kurun waktu 24 jam terakhir di bulan April sejak , Selasa (23/4/2019)
Nah, apa saja informasi dan peristiwa populer tersebut.
Berikut tribunpontianak.co.id merangkumnya, Rabu (24/4/2019) pagi.
1. Kapal Feri Terbalik di Dermaga Sifat, Diduga Akibat Muatan Tidak Seimbang

Kapal Feri KMP Saluang alami kecelakaan di penyeberangan Sungai Asam-Sunyat Kecamatan Belitang Hilir.
Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, Senin.
Kapal feri terbalik di Dermaga sifat saat akan menyeberang ke Sungai Asam.
Baca: Dewan Minta Pemkab dan ASDP Lakukan Kajian Terbaliknya Kapal Feri di Dermaga Sunyat
Baca: VIDEO: Sejumlah Orang Panik Saat Kapal Feri Terbalik di Sekadau
Baca: Inilah Pengakuan Singkat Nahkoda KMP Saluang Saat Kapalnya Akan Terbalik
"Kejadian terjadi sekitar pukul 19.45 wib di dermaga Sunyat Kecamatan Belitang Hilir, kejadian ini bermula pada sekitar pukul 19.30 wib KMP. Saluang telah selesai menyusun kendaraan yang akan menyeberang ke sungai asam kemudian kapal berangkat dari dermaga. Baru beberapa meter dari dermaga kemudian kapten kapal mengembalikan kapal bersandar di dermaga sunyat yang kemudian memberi peringatan melalui pengeras suara di kapal bahwa kapal terlalu miring dan memerintahkan ABK untuk mengatur posisi kendaraan," ujar Kapolres.
Kapolres menerangkan saat bersandar ada dua unit kendaraan sempat keluar dari lambung kapal. Namun saat itu kapal ferry sudah mulai miring ke kiri karena tidak seimbang.
"Setelah bersandar kapal dapat mengeluarkan 2 unit kendaraan jenis mobil box dan Innova. Namun karena kapal semakin miring dan air sudah masuk ke kapal sehingga kapal terbalik ke sebelah kiri dan para penumpang serta ABK dapat menyelamatkan diri dengan melompat ke dermaga dan berenang," lanjutnya. BACA SELENGKAPNYA.......
2. VIDEO: Warga Kembali Tangkap Ular Piton 3 Meter Mangsa Ayam di Pal III Pontianak

Setelah berita warga menangkap ular raksasa di Bukit Barisan, Kecamatan Pontianak Kota, Pontianakpada Minggu (21/4/2019) lalu, kali ini warga Pontianak kembali menangkap seekor ular Piton yang memangsa ayam peliharaan di Pal III Pontianak.
Ular yang berhasil ditangkap warga Pal III Pontianak ini berukuran lebih kecil dari ular yang masuk ke rumah warga sebelumnya.
Bagian bawah kepala ular tampak mengelembung berisikan seekor ayam yang sudah berhasil ditelannya.
Baca: KRONOLOGI Ular Raksasa Masuk Rumah Warga Pontianak, Pemilik Rumah Ungkap Kejadian Sebenarnya
Baca: Ular Sanca Panjang 5 Meter Hebohkan Warga, Ini Penuturan Saksi dan Tuan Rumah
Baca: GEGER Ular Raksasa Masuk Rumah di Pontianak, Mirip Sanca Kembang yang Telan Manusia Dewasa di Mamuju
Satu warga yang memegang bagian kepala lantas mencoba mengeluarkan ayam yang sudah berada di dalam mulut ular tersebut.
Selang beberapa saat kemudian, ayam tersebut berhasil dikeluarkan dari mulut ular dengan kondisi sudah kaku dan diduga tak bernyawa.
Selengkapnya, tonton video yang diunggah oleh akun Instagram @pontianakmedia di bawah ini: BACA SELENGKAPNYA......
3. Viryan Aziz: Keliru Entry Bukan Bentuk Kecurangan

Komisioner KPU RI, Viryan Aziz menegaskan jika pihaknya tidak melakukan kecurangan dalam proses entry karena sistem dalam situng adalah transparansi.
"KPU tentu tidak menginginkan itu, kita mempersiapkan jajaran tim operator seluruh Indonesia di 514 Kabupaten Kota jumlahnya belasan sampai dengan maksimal 25 orang, dari unsur masyarakat, jadi sebenarnya itu melibatkan masyarakat juga, bukan hanya KPU. Tapi dari unsur KPU, ada KPU Kabupaten Kota serta ditambah masyarakat dan itu terbuka untuk rekrutmennya," kata Viryan, Senin (22/04/2019) kepada Tribun.
"Namun demikian, dimungkinkan kekeliruan itu terjadi dan memang terjadi terakhir di 56 TPS, nanti kita terus update apabila masih ada yang keliru entry. Point pentingnnya, keliru entry bukan bentuk kecurangan, ini bisa dikonfirmasi begini, situng dibuat dengan dua bentuk, ada kegiatan scan dan kegiatan entry," tuturnya.BACA SELENGKAPNYA......
4. Pihak Perusahaan Benarkan Kematian Li Tao, Yosef: Dikira Orang Mabuk dan Sudah Berdarah

Kabar meninggalnya seorang TKA yang bekerja di PT SJM Alas Kusuma yang diduga akibat terjatuh dari atap Mes pekerja, dibenarkan oleh pihak perusahaan.
Humas PT SJM, Yosef saat dikonfirmasi menyebutkan TKA yang berasal dari Cina tersebut bernama Li Tao (43) bekerja sebagai teknisi turbin di perusahaannya.
"Kejadian itu hari Minggu, (21/04/2019) sore sekitar mau maghrib lah, kebetulan mes tuh kan sepi. Kemudian ada karyawan kapal yang mau keluar melihat ada orang yang tergeletak, dikira orang mabuk setelah dilihat seperti abis kecelakaan jatuh soalnya sudah berdarah-darah," ujar Yosef, saat dihubungi Selasa (23/04).
Yosef menuturkan, bahwa korban telah bekerja sebagai teknisi turbin di PT SJM selama tiga tahun.
"Jadi kita beli mesin turbin itu kan dari Cina, jadi yang bersangkutan sebagai teknisi yang sekaligus mentraining orang kita di sini," terangnya.BACA SELENGKAPNYA......
5. Kisah Mayat Perempuan di Pemakaman, Korban Pernah Mengeluh Sakit Hingga Ingin Akhiri Hidup

Sesosok mayat perempuan ditemukan di Pendopo Yayasan Pemakaman Tionghoa Marga Fui kebun, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Senin (22/4/2019) sekira Pukul 16.30 Wib.
"Korban diketahui bernama Tjen Ket Lang (51)," kata Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, Rabu (23/4/2019).
Baca: 7 Nama Desa di Kecamatan Sompak
Baca: Temuan Mayat Perempuan di Pemakaman, Sejumlah Barang Dekat Korban Jadi Bukti
Baca: Manchester United Vs M City, Prediksi The Citizens Raih 3 Poin dan Perpanjangan Kekalahan United
Korban pernah mengeluh tentang kelanjutan kehidupan anak-anaknya dikemudian hari.
Korban juga pernah mengeluh dengan tetangganya akan mengakhiri hidupnya secepatnya, namun selama hidupnya korban tidak memiliki masalah dengan keluarga.
Yuk Follow Akun Instagram Tribunpontianak: