TNI-Polri Jamin Keamanan Pemilu Kalbar, Irjen Didi: Jangan Ragu ke TPS
Ada 12.776 personel TNI-Polri yang tersebar di seluruh Kalbar akan mengamankan pemungutan suara kali ini
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun, Rivaldi Gam
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Distribusi logistik Pemilu 2019 terus dilakukan jelang hari pencoblosan, 17 April (hari ini). Di sisi lain, pengamanan demi terjaminnya pemilu yang lancar, aman, dan damai terus diilakukan oleh personel kepolisian diback up jajaran TNI.
“Bersama TNI kami siap menjamin keamanan dan ketertiban saat pemungutan suara pada 17 April besok (hari ini). Kita sudah bekali para personel tentang keberadaan mereka, ada 12.776 personel TNI-Polri yang tersebar di seluruh Kalbar akan mengamankan pemungutan suara kali ini,” kata Kapolda Kabar, Irjen Pol Didi Haryono saat menijau pendistribusian logistik pemilu melalui jalur air dan darat di Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Selasa (16/4/2019).
Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat Kalbar untuk berdoa agar saat pencoblosan hari ini dapat berjalan lancar. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, jangan sampai golput.
"Laksanakan hak politiknya sebagai penyaluran hak demokrasi, jangan sampai ada yang golput. Di mana kegiatan ini untuk kita bersama, jangan ragu ke TPS karena kami jamin penyelenggaraan Pemilu 2019 di Kalbar berjalan aman," ujar Irjen Didi.
Dikatakanya, saat ini logistik pemilu sudah tiba di TPS-TPS dengan mendapat pengawalan dari aparat keamanan, baik dari kepolisian maupun TNI.
“Kami juga memastikan tidak ada kendala berarti, karena anggota kita juga telah menyebar ke seluruh TPS untuk mengawal dan mengamankan pesta demokrasi ini," tandas Didi.
Dalam tinjauannya, ia mengatakan rata-rata semua TPS sudah siap untuk melaksanakan pencoblosan. Mulai dari kotak suara, surat suara, dan juga tinta sudah ada di TPS, termasuk juga personel yang berjaga. "Personel dari KPPS juga sudah siap begitu juga bangunan untuk TPS nya sudah siap semuanya," tuturnya.
Selain itu, ia juga melihat dari kesiapan para penyelenggara terkait dengan Pasal 46 PKPU Nomor 9 tahun 2019, tentang waktu yang diberikan untuk memberikan hak suara oleh pemilih.
Baca: KPU Ketapang Pastikan Logistik Pemilu Telah Disebar ke Masing-masing TPS
Baca: Dapat DAK 52 Miliar, Syarief Abdullah Nilai Pemkab Kubu Raya Harus Fokus Benahi SDM
Di pasal 46 di ayat 1 itu bahwa waktu yang disediakan untuk memilih mulai pukul 07:00 WIB sampai 13:00 WIB. Tetapi walaupun sudah pukul 13:00 WIB masih ada yang mengantri atau sudah mendaftar mereka masih bisa memberikan hak suaranya.
“Itu yang ingin kami yakinkan bahwa benar-benar untuk dipahami oleh petugas penyelenggara, itu yang kami yakinkan bahwa TPS-TPS benar-benar siap untuk melaksanakan pemungutan besok," tegasnya.
Irjen Pol Didi Haryono menjelaskan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat pada umumnya adalah jalur air. Namun, kata dia, hal tersebut tidak menjadi halangan bagi anggotanya untuk mendistribusikan logistik pemilu.
"Jadi kita di sini juga merasakan bagaimana kesulitan warga dan juga anggota kita melaksanakan tugasnya sampai menyeberang sungai maupun laut, sampai kembali lagi nantinya. Ini kita rasakan semua, mudah-mudahan kita bisa melancarkan pemilu ini sampai hari terakhir nanti," ujarnya.
"Saya bersama Pak Dandim dan Kapolresta Pontianak bersama-sama merasakan hal-hal tersebut. Sehingga kita bisa mengambil kebijakan apabila ada hal-hal yang tidak kita inginkan," sambungnya.

Terkait pendistribusian logistik pemilu ke seluruh TPS di Kalimantan Barat, ia memastikan pada malam harinya seluruh logsitk sudah tiba di TPS-TPS. Dengan kondisi geografis wilayah Kalimantan Barat yang beragam dari yang aksesnya mudah sampai yang tersulit, dipastikan akan sampai pada malam hari.
"Tentunya kita sudah memploting baik dari jajaran TNI dan jajaran Polri, kita sudah melihat personel-personel yang memahami tentang wilayah air, maka mereka lah yang kita tugaskan karena mereka yang paham di jalur air," terangnya.