Batan Jakarta Sambangi Balitbang Kalbar, Jajaki Kerja Sama Riset Bersama

saya yakin dengan kesiapan ini Kalbar mampu menyongsong industri 4.0 terkait teknologi di kalba

Batan Jakarta Sambangi Balitbang Kalbar, Jajaki Kerja Sama Riset Bersama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HAMDAN
Rombongan Batan Jakarta saat kunjungan ke Kantor Balitbang Provinisi Kalbar, Jumat (12/4/2019) 

Batan Jakarta Sambangi Balitbang Kalbar, Jajaki Kerja Sama Riset Bersama

PONTIANAK - Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (Batan) Jakarta, Agus Sumaryanto mengatakan pihaknya dalam waktu dekat tengah berusaha menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Untan dan Balitbang Provinsi Kalbar. 

Pernyataan tersebut disampaikan disela-sela kunjunganya di Kantor Balitbang Provinisi Kalbar, Jumat (12/4/2019) 

Dirinya menjelaskan kolaborasi yang akan dibangun yakni berupa seminar nasional bertemakan tentang peningkatan nilai tambah potensi dan pengembangan mineral radioaktif untuk energi baru dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Baca: BABAK Baru Kasus Audrey - Upaya Diversi Ditolak, Perkara Lanjut ke Meja Hijau

"Termasuk di antaranya pengolahan emas yang ramah lingkungan (tidak menggunakan bahan berbahaya)," ujar Agus Sumaryanto.

Selain itu terdapat rencana pendirian Pusat Pengenalan Bahan Galian Komoditas Mineral dan Batubara Kalbar, serta rencana lain yang terdapat dalam program masing-masing institusi. 

Saat ini telah berkembang triple helix, yaitu kolaborasi atau kerjasama antara Akademisi (academic), Badan Usaha (business) dan Pemerintah (government), yang akrab dikenal dengan ABG. 

Baca: Selalu Pakai Baju Pink Tiap Hari, Wanita Ini Habiskan Rp 2 Miliar Untuk Operasi Plastik Mirip Barbie

Baca: Dipecat Sebagai Ketua DPC Gerindra, Ini Pernyataan Bupati Indah Putri Indriani

"Sehingga hasil penelitian dapat diterapkan di masyarakat sesuai dengan kebutuhan, peraturan dan kelayakan baik ekonomis, social maupun secara teknologi," imbuh Agus Sumaryanto.

Ia menjelaskan melalui pertemuan yang dilakukan tersebut beberapa pihak seperti pihak Balitbangda, Univeritas Tanjungpura (Prodi Teknik Pertambangan), Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Pengusaha yang sebagian tergabung dalam Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) akan menjajagi dan mengidentifikasi potensi masing-masing untuk dapat menghasilkan suatu produk penelitian yang dapat dimanfaatkan dan diterapkan di masyarakat. 

"Khususnya bidang pertambangan di Kalbar, mengingat Kalbar kaya akan mineral-mineral yang memiliki nilai jual dan diharapkan dapat ditingkatkan nilai tambahnya sehingga akan memberikan dampak positif pada kehidupan," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, bahwa Dunia penelitian, pengembangan dan perekayasaan telah berkembang pesat, sehingga dapat mampu memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan. 

“Saya melihat kalbar sangat siap menghadapi revolusi industri, saya yakin dengan kesiapan ini Kalbar mampu menyongsong industri 4.0 terkait teknologi di kalbar” ujarnya. 

Saat disinggung soal pembangunaan listrik tenaga nuklir, Dirinya menjelaskan bahwa Kalbar siap mendukung PLTN untuk lokasinya sendiri sudah dilakukan kajian dan studi tapak di kendawangan 

Menurutnya Daerah titik PLTN harus selalu di kaji agar melihat kesiapan lokasi tersebut, dan untuk pulau Kalimantan sejak 1976 kami telah melakukan riset bersama jerman terkait nuklir tersebut. 

"Uranium di kalbar sangat kaya apalagi potensi di kalbar ini tidak pernah di curi atau di ekspor sehingga tidak ada alasan untuk menolak pembangunan PLTN," tutupnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved