Perempuan Pra Sejahtera Terbantu Program Pembiayaan PNM Mekaar

Ibu Erna yang ikut dalam sosialisasi mengaku tidak merasakan kesulitan saat hendak membuat permohonan layanan pembiayaan

Perempuan Pra Sejahtera Terbantu Program Pembiayaan PNM Mekaar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Anggota Komisi XI DPR RI Michael G Jeno (batik merah) dan para peserta sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro Sinergi Pembiayaan Ultra Mikro Dalam Mengangkat Perekonomian Rakyat di Wisma Jeruju, Pontianak Barat, Jumat (5/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anggita Putri

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersinergi dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menggelar kegiatan sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro kepada masyarakat di Kota Pontianak di Wisma Jeruju, Pontianak Barat, Jumat (5/4/2019).

Satu di antara penerima bantuan modal dari PNM Mekaar, Ibu Ernawati yang sejak tiga bulan belakangan mengembangkan usaha kecil di rumahnya mengatakan sangat terbantu dengan adanya program ini. Setelah menerima bantuan modal, dirinya kini dapat menambah jenis usaha yang dijalankan.

"Saya buka usaha nintip kue untuk sarapan. Antar ke tiap-tiap toko,” tuturnya usai sosialisasi.

Ibu Erna yang ikut dalam sosialisasi mengaku tidak merasakan kesulitan saat hendak membuat permohonan layanan pembiayaan. Selain itu, dirinya beserta warga setempat yang berada dalam kelompok pembiayaan mendapatkan pelatihan dan bimbingan mengenai pengembangan usaha.

“Angsurannya seminggu sekali. Ada pendampingan dari Mekaar untuk Ibu ngatur gini-gini (jualan),” tuturnya.

Baca: Porgram PNM Mekaar Capai 4,4 Juta Nasabah, Bikin Keluarga Sejahtera

Baca: Pembiayaan Ultra Mikro Perempuan Pra Sejahtera Capai Rp 7 T, PNM Pontianak Gelar Sosialisasi

Dengan adanya bantuan permodalan dari PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Meekar), ini merasa terbantu dan bisa menambah uang jajan anak. “Mudah-mudahan Mekaar bisa berlanjut, saya bisa pinjam lebih besar lagi dari Mekaar, dan usaha saya bisa dibesarkan,” imbuhnya.

Bunga, nasabah PNM lainnya mengatakan, dirinya tidak keberatan dalam peminjaman dana, tapi ia berharap pembayarannya cicilannya tidak perminggu namun bayar per bulan.

"Biasanya saya bayar Rp75 ribu perminggu dan saya jualan nasi kuning dan buah-buahan lokal,Insya allah terbantu dan saya pinjam kemarlin Rp 3 juta untuk modal usaha," ujarnya.

Dikatakannya, biasa satu kelompok peminjam lebih dari 20 orang dan di bagi per kelompok kecil lagi. "Kami dibagi menjadi lompok kecil, anggota kami 5 orang dari daerah Jeruju," tutupnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Michael G Jeno (tengah), Kepala kantor wilayah dirjen berbendaharaan kementerian keuangan Edward U Parlagutan ( kiri), Pemimpin Cabang PNM Hengki Taniardy (kanan) saat Sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro Sinergi Pembiayaan Ultra Mikro Dalam Mengangkat Perekonomian Rakyat di Wisma Jeruju, Pontianak Barat, jumat (5/4/2019).
Anggota Komisi XI DPR RI Michael G Jeno (tengah), Kepala kantor wilayah dirjen berbendaharaan kementerian keuangan Edward U Parlagutan ( kiri), Pemimpin Cabang PNM Hengki Taniardy (kanan) saat Sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro Sinergi Pembiayaan Ultra Mikro Dalam Mengangkat Perekonomian Rakyat di Wisma Jeruju, Pontianak Barat, jumat (5/4/2019). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI)

Diketahui PNM Mekaar di Pulau Kalimantan sudah ada di 27 kantor cabang dari 1.770 se Indonesia. Untuk di Pontianak Barat ada 13 cabang dan rencananya di tahun 2019 ini buka 11 cabang baru. Awal peminjaman diberlakukan dengan sistem kelompok, bisa dari lima orang dan seterusnya. Pengambilan awal peminjaman sebesar Rp 2 juta atau Rp 3 juta per orang .

Bagi yang ingin meminjam dan belum punya usaha bisa diproses, asalkan nasabah tersebut dalam dua pekan sudah harus bisa buka usaha sendiri. Karena pekan ketiga sudah harus membayar angsuran. Kalau nasabah tidak punya usaha bayar ansurannya Rp 50 ribu perpekan bila meminjam Rp 2 juta.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved