Pembiayaan Ultra Mikro Perempuan Pra Sejahtera Capai Rp 7 T, PNM Pontianak Gelar Sosialisasi
perempuan prasejahtera yang memiliki usaha kecil dapat menggunakan fasilitas pembiayaan Ultra Mikro melalui beberapa program unggulan.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anggita Putri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersinergi dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menggelar kegiatan sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro kepada masyarakat di Kota Pontianak di Wisma Jeruju, Pontianak Barat, Jumat (5/4/2019).
Kegiatan sosialisasi dihadiri dari Pusat Investasi Pemerintah, R Nurhidayat selaku Direktur Kerjasama Pendanaan PT PNM yang diwakili Pemimpin Cabang Pontianak, Hengky Taniardy,
KPI Divisi Mekaar Wilayah II Yoke Paramita, anggota Komisi XI DPR RI, Michael Jeno, dan ratusan perempuan prasejahtera pelaku usaha Ultra Mikro.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat di Pontianak khususnya perempuan prasejahtera yang memiliki usaha kecil dapat menggunakan fasilitas pembiayaan Ultra Mikro melalui beberapa program unggulan.
Satu di antaranya melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PNM. Program Mekaar memberikan pembiayaan dan pendampingan usaha kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha Ultra Mikro.
Baca: BREAKING NEWS: Kebakaran di Kota Baru, Seorang Pria Lanjut Usia Tewas Terpanggang
Baca: Menteri Sri Mulyani Raih Penghargaan Sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik
Anggota Komisi XI DPR RI Michael G Jeno dalam paparannya menyampaikan, bahwasanya Komisi XI membawahi bidang ekonomi selalu komit untuk terus-menerus menggerakkan perekonomian Indonesia. Hal itu tentu tidak hanya untuk para pelaku usaha besar, tapi juga membantu usaha kecil dari berbagai aspek, terutama aspek usaha permodalan.
Permodalan untuk sekmen paling bawah, yakni Ultra Mikro. Sejak dua tahun lalu melalui Pihak Investasi Pemerintah (PIP) program ini masih terus bergulir. Hingga pada tahun 2019 sesuai kesepakatan dengan Menteri Keuangan dana yang dianggarkan tak tanggung-tanggung, sebesar Rp 7 triliun.
Dana ini akan disebarkan dan disalurkan kepada keluarga-keluarga pra sejahtera yang memenuhi berbagai kriteria untuk jadi pelaku usaha Ultra Mikro.
"Kita harapkan tahun ini sudah ada 4,4 juta hingga 6 juta nasabah yang dapat permodalan Ultra Mikro ini. Nah dari situ kita harapkan ekonomi rakyat dari lapisan paling bawah, keluarga-keluarga, terutama kaum ibu untuk meningkatkan perekonomian hingga keluarga menjadi kesejahteraan,” kata Michael dalam paparannya.
Jadi menurutnya sangat jelas komitmen dari pemerintah yang didukung DPR RI melalui Komisi XI yang membawahi bidang ekonomi bersama dengan mitra kerjanya, kementerian keuangan untuk menyalurkan permodalan untuk usaha mikro ini dari segi permodalnya.
"Dalam APBN kita ada target penurunan angka kemiskinan, tidak hanya di desa melainkan juga di kota. Kita tahu desa ada dana desa, dampaknya luar biasa menyangga perekonomian desa. Sementara kota ada juga dana kelurahan, mulai tahun ini Rp 350 juta,” tuturnya.
Tetapi ada namanya kelompok miskin kota . Kelompok miskin di kota inilah, kata Jeno yang menjadi sasaran keluarga pra sejahtera yang mempunyai bakat wirausaha untuk di tingkatkan kemampuannya. Dan skillnya dan diberikan permodalannya dari kredit usaha ultra mikro yang berbunga rendah yang disubsidi melalui anggaran negara.
"Tahun ini kita berikan anggaran sebesar Rp7 triliun Untuk disebarkan dan untuk disalurkan kepada keluarga keluarga pra sejahtera yang ingin bergerak di bidang usaha usaha Ultra Mikro.
Ujung-ujungnya adalah untuk menjaga kesejahteraan penduduk dan kemiskinan utamanya tentu adalah di kota-kota. Inilah bukti bahwa negara hadir kita terus-menerus menggerakkan ekonomi juga di usaha ekonomi usaha mikro,” tukasnya
Direktur Kerjasama Pendanaan PT PNM Cabang Pontianak, Hengky Taniardy menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan program pembiayaan usaha Ultra Mikro yang disertai dengan pembinaan usaha dari PNM, yaitu PNM Mekaar.
PNM Mekaar sendiri merupakan produk unggulan PNM yang diperuntukan kepada perempuan prasejahtera yang sudah ataupun ingin menjalankan usaha. PNM Mekaar hadir di Kabupaten Pontianak Barat sejak April 2017. Saat ini telah melayani 24.020 nasabah melalui 13 kantor cabang.