Winda: Anak Berkebutuhan Khusus Harus Dipenuhi Haknya
Pemenuhan hak anak harus berlandaskan prinsip kepentingan yang terbaik bagi anak dan tanpa diskriminasi.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
Kemudian penting bagi orang tua dan masyarakat setelah mengenali, menerima kondisi yang berbeda pada anak penting membangun mental berdaya, bukan mental lemah, mental sebagai korban karena berbeda.
Kembangkan hal positif pada anak, temukan kelebihan anak, kembangkan beri penguatan, beri anak tantangan sesuai dengan kapasitasnya.
Berikan hal yang menyenangkan atau penghargaan ketika anak berhasil melakukannya. Dengan demikian anak belajar bahwa ia mampu melakukan sesuatu.
Hal yang berbahaya ketika orang tua terlalu melindungi anak, mengasihani anak, sehingga anak tumbih menjadi pribadi yang sangat tergantung dan tidak memiliki konsep diri yang baik.
"Jembatan untuk mengembangkan anak berkebutuhan khusus adalah pemahaman akan kondisi berbedanya, termasuk anak autis," papar Winda.
Baca: Wahidah: Semua Pelayanan Adminduk Gratis
Satu di antara warga, Nur (34) menuturkan anak autisme memiliki hak yang sama seperti anak lain.
Anak autisme tetap harus diberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman yang lebih khusus.
"Anak autis juga pasti memiliki kelebihan-kelebihan yang lain sehingga memiliki potensi prestasi yang dapat dibanggakan," katanya.
Ibu yang telah memiliki tiga orang anak ini menuturkan bahwa menjadi orang tua mesti harus sabar, ikhlas dan penuh ketulusan dalam membina dan mendidik anak.
Jangan pernah meremehkan anak autis, karena mereka pasti memiliki talenta dan bakat.
"Apabila ada orang tua yang anaknya autis, maka sayangi mereka dan beri mereka support atau dukungan," tutur warga Kelurahan Roban ini.