Winda: Anak Berkebutuhan Khusus Harus Dipenuhi Haknya

Pemenuhan hak anak harus berlandaskan prinsip kepentingan yang terbaik bagi anak dan tanpa diskriminasi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / FILE
Anak- anak berkebutuhan khusus (ABK) beserta orang tuanya melukis bersama peringati hari Autis Sedunia 

 Winda:  Anak Berkebutuhan Khusus Harus Dipenuhi Haknya

 TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Winda Ruliana, M. Psi mengatakan setiap anak berhak hidup, tumbuh dan berkembang.

Anak juga berhak mendapatkan perlindungan dan berpartisipasi terutama menyampaikan apa pendapatnya terkait hal yang menyangkut hidupnya dengan mempertimbangkan tingkat kematangan dan kecerdasaan anak.

Pemenuhan hak anak harus berlandaskan prinsip kepentingan yang terbaik bagi anak dan tanpa diskriminasi. 

"Nah hak ini juga dimiliki oleh anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan salah satunya autisme," katanya, Rabu (3/4/2019).

Baca: FOTO: Launching teknologi olah tanah Lahan Gambut

Baca: Banyak Jurusan yang Ditawarkan Solbridge, Geraldus: Jurusan Yang Banyak Diminati Saat Ini Bisnis

Dengan kondisinya ini anak berkembang tidak sama seperti anak pada umumnya. Kondisi yang berbeda ini membuat perlu adanya penanganan khusus agar anak dapat tumbuh dengan optimal.

Satu di antara bentuk perlindungan khusus bagi anak ini seperti adanya layanan terapi atau pendidikan khusus untuk anak sehingga dapat dilayani dengan cara yang tepat.

Hal ini diperlukan karena kondisi berbeda adalah fakta, sehingga diperlukan pendekatan khusus guna memfasilitasi anak dipahami dan memahami dirinya kemudian dapat berkembang secara optimal sesuai kapasitasnya.

Pendekatan khusus juga menjadi penting bagi orang tua dalam pengasuhan untuk dilakukan dengan memahami kondisi anaknya.

Baca: Tinjau Bapanok Ajan, Ontot: Saya Harap Tahun Depan Pesertanya Semakin Banyak

Baca: Prosedur Tambah Anggota Atau Numpang KK

Anggaplah anak-anak kebanyakan adalah eceng gondok di daerah tropis, sementara anak berkebutuhan kaktus di daerah tropis

Keduanya berhak hidup dan tumbuh, tapi bagaimana kaktus dapat hidup dan berkembang di daerah tropis?.

Tentunya tidak bisa bermaksud membudidayakan kaktus dengan memberikan air yang banyak pada kaktus yang justru bisa membahayakannya.

Anak berkebutuhan khusus adalah mahluk hidup, berhak hidup, warga negara yang hidup di tengah-tengah masyarakat.

"Bahkan anak cerdas istimewa, tidak terhambat secara intelektual jika tidak dipahami dan difasilitasi kondisi berbedanya tidak dapat mengoptimalkan apa yang ia miliki," tuturnya.

Tak kenal maka tak sayang, dengan mengenal kondisi yang membuat anak berbeda dan bagaimana cara mengembangkan anak dengan optimal, negara dapat menyusun kebijakan yang tepat untuk warga negaranya serta memberikan fasilitas yang dibutuhkan. 

Kemudian penting bagi orang tua dan masyarakat setelah mengenali, menerima kondisi yang berbeda pada anak penting membangun mental berdaya, bukan mental lemah, mental sebagai korban karena berbeda.

Kembangkan hal positif pada anak, temukan kelebihan anak, kembangkan beri penguatan, beri anak tantangan sesuai dengan kapasitasnya.

Berikan hal yang menyenangkan atau penghargaan ketika anak berhasil melakukannya. Dengan demikian anak belajar bahwa ia mampu melakukan sesuatu.

Hal yang berbahaya ketika orang tua terlalu melindungi anak, mengasihani anak, sehingga anak tumbih menjadi pribadi yang sangat tergantung dan tidak memiliki konsep diri yang baik.

"Jembatan untuk mengembangkan anak berkebutuhan khusus adalah pemahaman akan kondisi berbedanya, termasuk anak autis," papar Winda.

Baca: Wahidah: Semua Pelayanan Adminduk Gratis

Satu di antara warga, Nur (34) menuturkan anak autisme memiliki hak yang sama seperti anak lain.
Anak autisme tetap harus diberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman yang lebih khusus.

"Anak autis juga pasti memiliki kelebihan-kelebihan yang lain sehingga memiliki potensi prestasi yang dapat dibanggakan," katanya.

Ibu yang telah memiliki tiga orang anak ini menuturkan bahwa menjadi orang tua mesti harus sabar, ikhlas dan penuh ketulusan dalam membina dan mendidik anak.

Jangan pernah meremehkan anak autis, karena mereka pasti memiliki talenta dan bakat.

"Apabila ada orang tua yang anaknya autis, maka sayangi mereka dan beri mereka support atau dukungan," tutur warga Kelurahan Roban ini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved