Kalbar Masuki Kemarau, Prediksi BMKG: 2 Hari Tak Turun Hujan, Sutarmidji Ancam Perusahaan Sawit
Hampir seluruh Kabupaten/Kota di Kalbar tidak tampak prediksi hujan akan turun dalam dua hari kedepan
Penulis: Rihard Nelson Silaban | Editor: Rihard Nelson Silaban
Kalbar Masuki Kemarau, Prediksi BMKG: 2 Hari Tak Turun Hujan, Sutarmidji Ancam Perusahaan Sawit
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA (BMKG) merilis prediksi cuaca di Kalbar hingga Sabtu (23/3/2019), mendatang
Melalui situs resminya BMKG.go.id, cuaca Kalbar di dominasi dengan cuaca cerah hingga berawan.
Tingkat kelembaban mencapi angka berkisar antara 55-95.
Hampir seluruh Kabupaten/Kota di Kalbar tidak tampak diprediksi hujan akan turun dalam dua hari kedepan.
Baca: Sutarmidji Akan Berikan Sanksi Tegas Jika Ada Lahan Perusahaan Perkebunan Terbakar
Baca: Rumah Mewah Bekar Kantor Advokat di BLKI Terbakar, Kepolisian Masih Selidiki Penyebabnya
Baca: Update Stok Darah di PMI Pontianak (21/3/2019)
Baca: OPPO Berikan Cashback Perangkat A7, Incar Pasar Pemain Game Online
Berikut prediksi cuaca dari BMKG untuk wilayah Kalbar pada Jumat (22/3/2019)
Bengkayang Cerah Berawan 23 - 34
Kapuas Hulu Cerah Berawan 23 - 34
Kayong Utara Cerah Berawan 23 - 34
Ketapang Cerah Berawan 23 - 34
Kubu Raya Cerah Berawan 23 - 34
Landak Cerah 23 - 34
Melawi Cerah Berawan 23 - 35
Mempawah Cerah Berawan 23 - 34
Pontianak Cerah Berawan 23 - 35
Baca: Wabup Sintang Hadiri Sosialisasi Budaya Sensor dan Pelantikan Pengurus Amida Kalimantan
Sambas Cerah 23 - 34
Sanggau Cerah Berawan 23 - 34
Sekadau Cerah Berawan 23 - 34
Singkawang Cerah 23 - 34
Sintang Cerah Berawan 23 - 35
Sungai Raya Cerah Berawan 23 - 35
Baca: Brigadir Silaban Langsung Bawa ke RSJ Saat Dapati Warga Diduga Alami Keterbelakangan Saat Patroli
Baca: KONI Umumkan Hasil Tes Atlet Balap Sepeda untuk Pelatda Pra PON
Baca: Diprediksi Cerah Berawan, Berikut Ini Kawasan Lahan di Kalbar yang Mudah Terbakar
Sementara prediksi cuaca pada Sabtu (23/3/2019),
Bengkayang Cerah Berawan 23 - 32
Kapuas Hulu Cerah Berawan 23 - 33
Kayong Utara Cerah Berawan 23 - 33
Ketapang Cerah Berawan 23 - 33
Kubu Raya Cerah Berawan 23 - 33
Landak Cerah Berawan 23 - 33
Melawi Cerah Berawan 23 - 34
Mempawah Cerah Berawan 23 - 33
Pontianak Cerah Berawan 23 - 34
Sambas Cerah Berawan 23 - 32
Sanggau Cerah Berawan 23 - 33
Sekadau Cerah Berawan 23 - 33
Singkawang Cerah Berawan 23 - 33
Sintang Cerah Berawan 23 - 34
Sungai Raya Cerah Berawan 23 - 34
Baca: Nissan Sematkan Interior Mewah pada Livina Generasi Terbaru
Bekukan Izin Operasional
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji akan menindak tegas jika teridentifikasi kebakaran hutan dan lahan di areal lokasi perkebunan kelapa sawit di Kalbar.
Langkah tegas yang akan dilakukan adalah berupa pembekuan izin operasional.
"Kita lihat dulu areal yang terbakar. Jika itu merupakan lahan sawit kita akan berlakukan sanksi larang tanam," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/3/2019).
Midji menegaskan akan memberikan sanksi berat jika terdapat perusahan perkebunan sawit yang dengan sengaja membakar hutan dan lahan untuk perluasan areal tanam.
Baca: Terbukti Tangkap Ikan Dengan Cara Tuba, Seorang Warga Diamankan Polsek Belitang Hilir
Ia juga memberikan komentar terkait peningkatan jumlah titik api di Kalbar dan adanya lahan yang terbakar di Kota Singkawang seluas 35 Hektare.
Menurutnya melalui Pemerintah Kota Singkawang juga sudah menanggulangi kebakaran hutan dan lahan tersebut.
"Untuk di Kubu Raya sudah berhasil dipadamkan karena sudah ada mobil tangki yang sudah kesana. Begitu juga dengan di Singkawang juga sudah ditangani," ujarnya.
Lebih lanjut, Midji menuturkan bahwa sejuah ini titik api yang terpantau hari ini masih bisa di atasi dan belum berpengaruh terhadap visibility di run way bandara.
"Jarak pandangnya saat ini masih diatas 10 KM. Nah kalau sudah jarak pandang dibawah 2 KM mungkin harus dilakukan penanganan khusus," ujarnya.
Kendati demikian, tentu seluruh stake holder dan seluruh elemen masyarakat di Kalbar agar bersama-bersama mencegah terjadinya karhutla yang menjadi penyebab musibah asap. (*)