Anak Gampang Marah Jelang Ujian, Orangtua Harus Lakukan Ini
Sebagai orangtua, wajar jika kita merasa khawatir terhadap perubahan-perubahan petilaku anak.
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Madrosid
Anak Gampang Marah Jelang Ujian, Orangtua Harus Lakukan Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebagai orangtua, wajar jika kita merasa khawatir terhadap perubahan-perubahan petilaku anak.
Apalagi jika perubahan itu negatif, misalnya anak jadi murung, pendiam, menutup diri dan gampang marah.
Orangtua wajib tahu persoalan yang dihadapi anaknya, dan berusaha semampunya untuk membantu dan melakukan yang terbaik.
Apalagi jika anak mengalami perubahan itu akibat beban pelajaran yang semakin berat menjelangujian.
Kira-kira apa yang dapat dilakukan orangtua, yuk simak saran dari Psikolog Rika Indarti dalam rubrik konsultasi psikologi berikut ini.
Baca: DOA Buka Puasa Sunah Ayyamul Bidh 13, 14, 15 Bulan Rajab atau 21, 22, 23 Maret 2019
Baca: Tim Wasev Mabes TNI AD Puji Dandim Mempawah Pada Pelaksanaan TMMD di Desa Sekais
Baca: Syahdan Aziz Ungkap Insentif Yang Diterima Guru Sekolah Swasta di Kota Pontianak
Baca: Kodim 1201 Mempawah Gelar Sunatan Massal Saat TMMD di Desa Sekais
Pertanyaan
Bun, saat ini anak saya kelas 3 SMP dan sejak menjelang ujian semakin ketat juga pelajaran di sekolah sehingga pulang lebih lama karena lanjut les persiapan ujian.
Saya perhatikan anak saya jadi semakin pendiam dan pemarah, kalau di rumah lebih uring-uringan, apakah itu wajar saja? Jujur saya mulai khawatir terhadap perubahan anak saya. Sebagai orangtua kiranya apa yang harus saya lakukan untuk membantu anak saya menghadapi situasinya saat ini?
Dewi (40), Serdam
Jawaban
Salam mbak Dewi, ujian sekolah merupakan suatu tekanan bagi anak. Apalagi bila ditambah dengan tuntutan bahwa mereka harus mendapatkan nilai tinggi agar kelak dapat melanjutkan ke sekolah favorit. Dan semakin dekat waktu ujian, tekanan tersebut semakin berat, bahkan orang tua di rumah pun tak henti mengingatkan mereka untuk terus belajar.
Pada dasarnya mereka sendiri juga pasti mengalami kecemasan untuk menghadapi tekanan tersebut, apalagi ditambah tekanan dari sekolah, orang tua, pihak keluarga bahkan lingkungan akan menambah tingkat stress mereka, sehingga akhirnya mempengaruhi tingkah laku mereka sehari-hari seperti gelisah bahkan menjadi lebih sensitive atau mudah marah.
Dan hal tersebut akan membuat anak dapat menjadi depresi bila tidak diambil suatu tindakan penanganan.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah pada hari libur ajaklah anak untuk menikmati hari tersebut tanpa beban, entah rekreasi atau sekedar jalan-jalan melepas beban mereka.