Dialog Lintas Agama Angkat Tema Peran Tokoh Agama Dalam Menjaga Keutuhan NKRI

Jurusan Studi Agama Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak gelar Dialog Lintas Agama

Dialog Lintas Agama Angkat Tema Peran Tokoh Agama Dalam Menjaga Keutuhan NKRI
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Jurusan Studi Agama Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak gelar Dialog Lintas Agama dengan mengangkat tema " Peran tokoh agama dalam menjaga keutuhan NKRI," yang diselenggarakan di Aula Syeh Abdurrani, rabu (20/3/2019). 

Dialog Lintas Agama Angkat Tema Peran Tokoh Agama Dalam Menjaga Keutuhan NKRI

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Jurusan Studi Agama Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak gelar Dialog Lintas Agama dengan mengangkat tema " Peran tokoh agama dalam menjaga keutuhan NKRI," yang diselenggarakan di Aula Syeh Abdurrani, rabu (20/3/2019).

Ketua panitia acara Faiz Baddrudin mengatakan bahwa dialog ini hanya sekedar kegiatan seminar dimana mmedapatkan dana dari fakultas dan jurusan.

"Dana tersebut kami alokasikan untuk membuat seminar. Kami di studi agama agama yang fokusnya untuk menjadi seseorang mediasi konflik berkaitan dengan semua agama," ujsr Faiz usai acara dialog lintas agama.

Baca: Masyarakat Kelam Permai Diminta Melapor Jika Temukan Keberadaan Orang Asing

Baca: Laporkan Atalarik Syah ke Polisi, Tsania Marwa Akui Dikeroyok Hingga Nyawanya Terancam!

Baca: Kapolsek Kelam Permai Amankan 4 WNA yang Diamankan di Sekitar TWA Bukit Kelam

Fokus kegiatan ini hanya seminar saja, namun dimasukan kedalam rangkaian kegiatan Gebyar Festival Dakwah (G-fesh) IAIN Pontianak.

Mengambil tema ini dikarenakan melihat keadaan Indonesia, bahwa agama sering dijadikan bahan politik sehingga satu agama dan agama lain kelihatannya saling bermusuhan padahal keadaan sebenarnya tidak demikian.

"Seharusnya kita sesama orang Indonesia harus menghormati antara umat beragama," ujarnya kepada Tribun Pontianak.

Untuk mengurangi konflik yang ada harus memahamkan kepada mahasiswa dan diri sendiri untuk memahami bahwasanya setiap agama memberikan ajaran yang baik, bukan ujaran kebencian dan sebagainya.

"Karena saya agama islam untuk menyikapi keberagaman kita harus kembali lagi kedasar-dasar ajaran islam yang sesungguhnya," ujarnya.

Sebagai warga negara juga harus bijak dalam menerima informasi dari luar tidak sembarangan menerima informasi hoaks.

Penulis: Anggita Putri
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved