Prabowo Kesal Pada Oknum Punya Gelar Sederet Tapi Gagal Sejahterakan Rakyat
Prabowo Subianto mengungkapkan rasa kekesalannya pada oknum-oknum yang mempunyai gelar dan disebutnya pintar
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Tri Pandito Wibowo
Prabowo Kesal Pada Oknum Punya Gelar Sederet Tapi Gagal Sejahterakan Rakyat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Capres 02, Prabowo Subianto mengungkapkan rasa kekesalannya pada oknum-oknum yang mempunyai gelar dan disebutnya pintar, namun gagal membuat rakyat sejahtera.
Sebelumnya, ia menerangkan jika Kalimantan merupakan satu diantara pulau yang paling kaya didunia, karena mempunyai karet, kelapa sawit, batu bara, hingga bauksit.
Bauksit, lanjutnya, diolah menjadi alumina dan setelah diolah lagi menjadi aluminium, yang merupakan bahan untuk pesawat terbang, kereta api, mobil, motor, televisi hingga dengan komputer.
"Saya bertanya, ada gak pabrik mobil di Indonesia? Ada gak pabrik komputer di Indonesia? Jadi kekayaan kita dibawa dikirim ke luar negeri, diolah keluar negeri, kita impor dari luar negeri. emas ada, gas alam ada, apa yang tidak ada? Tetapi kekayaan ini dibawa ke luar negeri yang menikmati ini hanya segelintir orang saja, kita akhirnya menjadi penonton dirumah kita sendiri," kata Prabowo, Minggu (17/03/2019) di Istana Kadriah Pontianak.
Baca: JADWAL Timnas Indonesia U23 di Piala AFC 2019, Huni Grup Neraka Bersama Thailand & Vietnam
Baca: Polsek Terentang Sosialisasikan Bahaya Narkoba Pada Pelajar SMP
Baca: VIDEO: Kebakaran Ruko dekat Markas TNI AL di Jeruju
"Dan yang sedih adalah kita harus jadi kacungnya orang lain, dan kita dikasih gaji yang sangat sedikit," lanjutnya.
Melihat fenomena tersebut, Prabowo pun menerangkan jika ia telah menerbitkan setidaknya empat buku terkait dengan kondisi Indonesia yang dinilainya memprihantinkan.
"Saya sudah lama hitung, saya sudah lama keliling Indonesia, hampir 20 puluh tahun saya sudah menulis empat buku, tapi gak laku-laku dibeli, kadang-kadang saya tarok ditoko buku, tapi gak dijual-jual, gak tau, sekarang saya bagi-bagi aja buku saya," katanya.
"Dengan demikian, saya sudah mengatakan kekayaan Indonesia mengalir keluar, kebocoran, kekayaan kita, Rp. 1000 T setiap tahun, minimal ada di buku itu, saya pertanggung jawabkan angka-angka saya. Saya memang diejek, tapi tidak pernah dijawab, tidak pernah disanggah, dihina iya, diejek iya, saya dibilang tidak punya gelar ekonomi, saya balik bertanya kepada mereka, kau yang punya gelar sederet, kau yang pintar sekali, kenapa kau gagal mengurus kekayaan kita," timpal Prabowo.
Ketum Gerindra ini pun menyindir orang-orang yang disebutnya pintar dan berada di Jakarta yang gagak mensejahterakan rakyat.
"Untuk apa orang pintar tidak mau membela rakyatnya sendiri. Kau mau orang pintar, tapi yang kau bela bangsa asing untuk apa," katanya.
"Mana kamera tv? Nah ini kamera tv. Hey kau orang-orang pinter di Jakarta, kau punya gelar sederet dibelakang namamu, tapi kau gagal membela rakyatmu," ujarnya.
"Ini ada kamera lagi, jangan-jangan ini gak ditayangkan, ini mudah-mudahan ditayangkan, hey kau orang-orang pinter di Jakarta, untuk apa kepintaranmu, dimana keuntungan dari kelapa sawit kita, dimana keuntungan dari bauksit kita, dimana keuntungan dari gas alam kita, dimana keuntungan dari emas kita, dimana keuntungan hak milik rakyat, dimana keuntungannya, kalau kau tidak bisa jawab, untuk apa kau pakai gelar sederet itu," tutur dia.
Diterangkan Prabowo, UUD1945 pasal 33 ayat 3, bumi dan air dan semua kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat.
"Saya manusia biasa, tapi percayalah saya adalah pembela rakyat Indonesia. Waktu saya remaja saya sudah tandatangan siap mati untuk bangsa dan rakyat. Tuhan Allah SWT telah memberi saya keselamatan, sudah menyelamatkan saya berkali-kali didalam pertempuran, sudah memberi pangkat, sudah memberi rezeki yang luar biasa, karena itu sisa hidup saya, saya persembahkan pada bangsa dan rakyat Indonesia," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/capres-02-pilpres-2019-prabowo-subianto-saat-menyapa-seluruh-pendukung-minggu-17032019.jpg)