Jembatan Sambas - Subah Ambruk, Akses Warga Terganggu
"Lalu di lewati truk bermuatan sawit, akibatnya membuat jembatan menjadi amblas. Sampai saat ini jembatan belum bisa dilewati," ungkapnya.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Dhita Mutiasari
Jembatan Sambas - Subah Ambruk, Akses Warga Terganggu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS,- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas Yudi, M,Si membenarkan telah terjadinya ambruknya Jembatan di jalan utama penghubung Sambas dan Subah.
"Jembatan di sungai kajang Kecamatan Subah, betul pagi tadi digerus air yang menyebabkan jembatan retak," ujarnya, Sabtu (16/7/2019).
"Lalu di lewati truk bermuatan sawit, akibatnya membuat jembatan menjadi amblas. Sampai saat ini jembatan belum bisa dilewati," ungkapnya.
Baca: Edi Kamtono Berencana Bangun Jembatan di Pelabuhan Feri
Baca: Pemkab Sambas Akan Bangun Jalan Sepanjang 9 Km Dengan Dana CSR
Baca: PIALA PRESIDEN: Amazing! Patrich Wanggai Cetak Gol Mirip Zidane saat Final Liga Champion 2002
Oleh karenanya, Yudi mengungkapkan Pemerintah daerah sudah turun ke lapangan melihat kondisi terjadinya ambruknya jembatan tersebut.
"Masyarakat juga telah membuat jembatan darurat untuk sepeda motor dan pejalan kaki," tuturnya.
Selanjutnya ia mengatakan, pemerintah daerah akan membuat jembatan darurat terlebih dahulu dan selanjutnya dari informasi PUPR akan membangun jembatan sementara.
"Selanjutnya Pemda Sambas melalui dinas PUPR akan membangun jembatan darurat terlebih dahulu, sedangkan PUPR provinsi akan membangun jembatan sementara dengan jembatan bally," jelasnya.
"Untuk jalur alternatif dapat melalui jalan kebun sawit yang jaraknya cukup jauh dan masih jalan tanah," tutupnya.
Sebagaimana diketahui, pagi tadi Jembatan di Sungai kajang, Kecamatan Subah ambruk.
Akibatnya, arus lalu lintas masyarakat pun terganggu.
Tidak hanya itu, juga terdapat satu unit mobil dump truk yang terguling di bibir jalan akibat dari ambruknya jembatan tersebut.
Baca: VIDEO: Siswa SD Adu Renang di Kolam Renang Ampera
Baca: PIALA FA: Man United Vs Wolves, Solskjaer Waspadai Kekuatan Wolves sebagai Penjegal Tim Besar
Bupati Sambas dan Anggota DPR RI Dapil Kalbar Resmikan Jembatan Gantung di Semparuk
Belum lama ini pemerintah berupaya secara maksimal untuk merealiasikan atas pembangunan yang dilakukan selama ini demi kepentingan masyarakat luas.
Hal ini kembali diresmikannya satu unit jembatan gantung sebagai penghubung 3 kecamatan di Kabupaten Sambas.
Meski sempat molor dari batas waktu yang ditentukan, proyek jembatan gantung yang menghubungkan 3 kecamatan yaitu, Kecamatan Semparuk kecamatan Salat Tiga dan Kecamatan Selakau Timur Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat Akhirnya Tuntas. Selasa (05/03/2019) siang.
Sebelumnya warga harus mengambil jalur memutar hingga dua kilo meter jika hendak ke Desa yang bersebrangan tersebut.
Dengan rampungnya Penghubung pembangunan jembatan gantung di tiga kecamatan ini, khususnya warga di lingkungan Desa seburing, Kecamatan Semparuk bisa merasakan atas kemudahan yang diberikan pemerintah dalam beraktivitas dalam pergerakan sistem ekonomi.
Saat peresmian Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Mendapingi tokoh legislator Kalimantan Barat DPR RI Syarif Abdullah Al Kadrie,bersama dengan Mitra kerjanya Dari kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Provinsi Kalimantan Barat, Dari beberapa agenda penting Pejabat Negara tersebut di Desa Seburing Kecamatan Semparuk
Sementara Data yang di peroleh dalam pembangunan jembatan gantung ini dari Direktorat Bina Marga Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah 1 dengan nilai aset pembangunan 3,9 Miliyar dengan Panjang jembatan yang memiliki Panjang Bentang 96 meter, panjang jalan pendekat (Jalan Pilon Ke A ngkur Block) 2x16 Meter sedangakan panjang jalan akses 40+30 meter dan lebar jembatan 1,8 meter.
Tujuan dalam pembangunan jembatan gantung ini ialah mempermudah akses antar desa yang melintasi sungai sebangkau dan mendukung kegiatan harian warga desa di bagian wilayah Kec. Semparuk Kab.Sambas yang meliputi desa seburing, Desa Gersik Dan desa disekitarnya.
Menurutnya selama kurang lebih 20 tahun jembatan tersebut didambakan akhirnya Akhirnya dapat di perjuangakan DPR RI Komisi V bersama mitra kerjanya melalui kementerian terkait.
Sy Abdullah Alkadrie menyampaikan Pada hari ini tentu kita bersyukur atas kehadirat allah swt dimana rencana apa yang menjadi harapan masyarakat hari ini bisa terwujud bersama sama
"Mudah mudahan jembatan ini mendapatkan perhatian dari maayarakat, saya berharap karena ini sudah milik masyarakat, tentu juga tidak terlepas juga dari perhatian bapak bupati melalui anggota dprd kabupaten agar perawatannya semakin baik," ujarnya.
Ia juga menuturkan pemda sambas bisa menjaga dan melakukan perawatan,pemeliharaan kedepan.
"Selama 4 tahun ini kepemimimpinan pak presiden sudah cukup banyak pembangunan di kabupaten sambas, yang begitu baik, tentu menjadi harapan dan terima kasih kita kepada bapak presiden republik indonesia," ujarnya.
Sementara itu Bupati Sambas Atbah menyampaikan rasa terimakasihnya atas hadirnya jembatan gantung tersebut.
"Pertama kami ucapakan terimakasih yang sebesar besarnya bahwa pada hari ini telah hadir sebuah jembatan yang sangat indah dan sangat membanggakan khususnya di kampung seburing kecamatan semparuk Kabupaten sambas," ujarnya.
Dan juga terimakasih kepada bapak presiden, terima kasih kepada PU Balai Jalan 20 pontianak dan juga terima kasih kepada bapak Sy Abdullah Al Kadrie yang telah menjadi "Mediator dalam Hadirnya Jembatan Yang Sangat Membanggakan ini".
"Mudah mudahan kedepan masyarakat bisa memanfaakan dengam baik dan bisa menjaga aset negara yang membanggakan ini terimakasih," imbuhnya
Sutarmidji Pastikan Pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji siap mendorong terwujudnya pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I.
Mantan Wali Kota Pontianao Dua Periode ini memastikan konsep penataan Pontianak dengan konsep kita baru terus berlanjut. Mengenai Duplikasi Kapuas I, ia sampaikan semua telah pasti dan tinggal menunggu komitmen Pemkot Pontianak membebaskan lahannya.
"Sudah ada kepastian pembangunannya dari pemerintah pusatnuntuk pembangunan Jemnatam Kapuas 1 ini," ucap Sutarmidji, Minggu (18/3/2019).
Kepastian pembangunan tersebut didapat setelah dirinya bertemu Presiden Republik Indonesia, kala itu ia sebut pertemuan berlangsung sekitar 40 menit.
Semakin cepat Pemkot Pontianak membebaskan lahannya maka semakin cepat pula proses pembangunanannya.
"Tahun ini bebas lahannya, maka tahun depan dibangun, gambarnya sudah ada, desainnya sudah ada, hitungannya sudah ada dan itu pasti dibangun kalau sudah dibebaskan lahannya," tegas Midji.
Pemerintah pusat disebutnya, ada komitmen percepatan pembangunan infrastruktur Kalbar dan komitmen Pemekaran Kapuas Raya.
"Insyaallah Duplikasi Jembatan Landak akan segera selesai dan ada komitment dengan pemerintah pusat untuk jembatan Kapuas 1 gandeng asal saja pemkot Pontianak bisa bebaskan lahannya," Pungkas Midji (*)
Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak: