Breaking News:

Pengurus Yayasan Makmur Dukung Pemkab Kubu Raya Tertibkan Ruko Tanpa Izin Usaha

Kita inikan menyewakan saja, dan ini sudah sejak lama, nah kenapa pemerintah baru turun, tapi yang jelas kita dukung keinginan Pemkab

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Kubu Raya menyegel ruko tempat usaha cafe remang-remang di kawasan Parit Baru, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (27/2/2019) siang.Sejumlah warung yang dikenal dengan "Kopi Pangku" ini dipasang Sat Pol PP dengan banner yang bertuliskan "Dilarang Melakukan Aktivitas Usaha di Lokasi Ini Sampai memiliki Izin dari Instansi Yang berwenang. T 

Pengurus Yayasan Makmur Dukung Pemkab Kubu Raya Tertibkan Ruko Tanpa Izin Usaha

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Pengurus Yayasan Surya Makmur, Agus Purnomo mengatakan pihaknya mendukung pemerintah yang menertibkan usaha ilegal di ruko milik yayasan Surya Makmur.

Agus mengaku akan segera mengeluarkan surat kepada pelaku usuha yang disegel agar segera mengosongkan ruko tersebut.

"Kita tentu dukung pemerintah daerah nanti akan ada surat dari yayasan untuk mengosongkan bangunan. Kita berikan batas waktu sebulan hingga dua bulan untuk mengosongkan," ujarnya, Rabu (27/2/2019).

Baca: BMKG Rilis Empat Wilayah Kalbar Berpotensi Hujan Lebat

Baca: Satpol PP Tertibkan Cafe Remang-remang di Parit Baru, Kades: Lokalisasi Ini Memang Harus Ditutup

Ia mengakui memang usaha yang disegel tersebut memang merupakan usaha kopi Pangku. Karena pemerintah sudah turun langsung ia mengatakan jika pelaku usaha ingin terus melanjutkan usahanya maka langsung ke pemerintah daerah Kubu Raya.

"Sudah ada pemerintah turun jadi kalau mereka mau ngotot tidak bisa ke kami tapi ke Pemkab. Kalau mereka mau lanjut usaha ya silahkan izin ke Pemkab," ujarnya.

Pada dasarnya pihak yayasan mendukung apapun kebijakan pemerintah daerah setempat yang bertujuan baik. Termasuk menyegel ke empat ruko yang tidak memiliki izin usaha tersebut.

"Kita inikan menyewakan saja, dan ini sudah sejak lama, nah kenapa pemerintah baru turun, tapi yang jelas kita dukung keinginan Pemkab," katanya.

Diakui olehnya ruko yang dimiliki yayasan tersebut kurang lebih 20 ruko dan awalnya menurut dia diperuntukan bagi anggota yayasan. Namun ia mengatakan ada yang beberapa menyewakan kembali ruko tersebut.

"Tujuan utama pengurus lama, ruko ini disewakan dengan harga murah bagi anggota kita yang butuh. Tetapi ada yang menyewakan lagi ke orang lain, sehingga berpindah tangan ini yang mempersulit kami sekarang," lanjutnya.

Ia mengakui akan berusaha menertibkan ruko milik yayasan tersebut sesuai fungsinya. Bahkan diakuinya sudah sejak lama pengurus ingin melakukan renovasi namun terkendala biaya.

"Sebenarnya sejak lama kita mau renov, tapi kalau semuanya sekaligus biayanya tidak sedikit juga. Tapi kita akan coba pelan-pelan mungkin nanti satu blok dulu kita perbaiki, dan memang ada beberapa ruko yang sudah di bongkar," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved