Muda Sampaikan Pentingnya Pengelolaan Keungaan Desa

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan membuka kegiatan Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes

Muda Sampaikan Pentingnya Pengelolaan Keungaan Desa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan membuka kegiatan Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (26/2). 

Muda Sampaikan Pentingnya Pengelolaan Keungaan Desa

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan membuka kegiatan Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (26/2).

Ia mengingatkan pemerintah desa selaku pengelola APBDes untuk menerapkan sistem pengendalian internal mulai tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penataausahaan, laporan, dan pertanggungjawaban.

"Jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa selama lima tahun terakhir meningkat signifikan. Jika di tahun 2015 APBDes sebesar Rp 67,7 miliar, maka di tahun 2019 telah meningkat menjadi Rp 231,3 miliar. Pengelolaan keuangan desa apabila tidak dilakukan secara baik sesuai dengan ketentuan yang ada, akan berimplikasi kurang baik terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa,” ujarnya.

Baca: Penjara Kalbar Over Kapasitas 123 Persen, Pakar Hukum Melihat Pemidanaan Tak Membuat Orang Jera

Baca: KPPAD Ketapang Harap Kepolisian Temukan Motif Penemuan Bayi di Pantai Celincing

Baca: Jelang Live ILC TVOne Selasa, Video Postingan Karni Ilyas 40 Ribu Kali Dilihat & Ratusan Komentar

Muda menegaskan pemerintah kabupaten sebagai pembina penyelenggaraan pemerintah desa komit pada implementasi good governance atau tata laksana pemerintahan yang baik. Upaya pembenahan tersebut dilakukan baik dari aspek pengelolaan keuangan maupun kinerja organisasi.

"Saat ini kinerja pemerintah desa mendapat sorotan dari berbagai pihak. Mulai pembangunan infrastruktur, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat desa kini menjadi fokus perhatian," katanya

Karena itu ia berpesan kepada kepala desa agar serius dan penuh kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan yang diterima desa.

"Patuhi dan pedomani ketentuan yang mengatur dalam pengelolaan keuangan desa," tuturnya.

Terkait penerapan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) di seluruh desa di Kabupaten Kubu Raya, ia mengatakan terbitnya Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa telah terjadi perubahan mendasar dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan desa.

Diantaranya menurut dia telah dilakukan penyempurnaan pada aplikasi sistem pengelolaan keuangan versi sebelumnya dengan menggunakan aplikasi Siskeudes Versi 2.0.

"Siskeudes sendiri adalah sistem yang dibangun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2015. Sistem ini dibangun dalam upaya mengawal transparansi pengelolaan keuangan desa. Pengelolaan keuangan yang dimulai dari penyusunan dan perencanaan anggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, hingga laporan dan pertanggungjawaban akan dipermudah dengan menguasai aplikasi ini serta menghindari kemungkinan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan yang ada dalam APBDes," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved