Sadar Berbahaya, Pengajian Muslimat Deklarasikan Anti Hoaks
Berbagai elemen masyarakat dan komunitas menggaungkan semangat melawan hoaks atau kabar bohong di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Madrosid
Sadar Berbahaya, Pengajian Muslimat Deklarasikan Anti Hoaks
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Berbagai elemen masyarakat dan komunitas menggaungkan semangat melawan hoaks atau kabar bohong di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak.
Seperti yang dilakukan oleh perkumpulan Pengajian Muslimat Kubu Raya dan Kota Pontianak.
Ratusan anggotanya baik pria maupun wanita mendeklarasikan gerakan anti hoaks di Aula Asrama Haji, Jalan Sutoyo, Kota Pontianak, Senin (25/2/2019) siang.
Acara diisi dengan salawat dan tausiyah menghadirkan penceramah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Furqon Punggur Kecil, KH Syamsuddin Husein Al Hafizh.
Baca: Siti Aisyah: Menjaga dan Mencintai Lingkungan Harus Dimulai dari Diri Sendiri
Baca: Asik Main Judi, 4 Warga Pontianak Ini Diciduk Polisi
Baca: Gadis 18 Tahun Diperkosa Bergantian oleh Ayah, Abang dan Adik Kandungnya sampai 5 Kali Sehari
Dalam tausiyahnya, KH Syamsuddin Husein Al Hafizh menegaskan bahwa hoaks atau kabar bohong sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan ketika perkembangan teknologi belum begitu maju dan pesat seperti saat ini.
“Berita bohong atau kabar merampot dalam bahasa Melayu Pontianak itu sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Di dalam Alquran Surah An-Nur Juz 18 dari ayat 11 sampai 20, kata dia, menceritakan tentang berita bohong yang disebarkan oleh orang munafik atau gembongnya orang yang berpura-pura mengikut nabi tapi munafik dalam perbuatannya sehingga diabadikan oleh Allah ceritanya di dalam Alquran.
“Namanya dalam tafsir itu Abdullah Bin Ubay Bin Sahlul yang merupakan pimpinan orang munafik dan menyebarkan hoaks atau kabar bohong. Sampai Allah berfirman bahwa Sesungguhnya orang-orang yang datang kepada-Ku dengan membawa berita bohong itu adalah kelompok dari kalian juga,” terangnya.
Baca: Gadis 18 Tahun Diperkosa Bergantian oleh Ayah, Abang dan Adik Kandungnya sampai 5 Kali Sehari
Baca: Selasa (26/2/2019) Disdukcapil Rakor se-Kalbar di Kapuas Hulu
Baca: Kunjungan ke Wakil Bupati Sujiwo, Pengurus LDDI: Saat Ini Sudah Terbuka ke Publik
Di kisah lainnya bahkan karena hoaks, Allah sampai tidak menurunkan hujan kepada kaum Bani Israil walaupun mereka meminta dengan salat istisqa’ atau salat minta hujan.
“Walaupun Nabi Musa AS sendiri yang meminta, Allah tidak turunkan hujan karena sebabnya masih ada Bani Israil yang suka mengadu domba. Terjadinya bencana di Indonesia, salah satu asbabnya adalah berita hoaks ada dimana-mana,” jelasnya.
Hoaks sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Hoask akibatkan timbul saling fitnah, sifat saling memusuhi dan saling dendam dimana-mana.
“Hoaks merusak akhlak anak-anak bangsa. Karena hoaks akan terjadi pertikaian adu domba antar golongan, apalagi di tahun politik ini. Ajaran Islam menganjurkan untuk jangan menyebar kebohongan. Jangan pernah mengadu domba. Jangan menyuarakan berita bohong. Karena berita bohong itu dilaknat Allah,” imbuhnya.
Ia mengimbau masyarakat khususnya umat muslim untuk tidak mudah mudah percaya berita bohong karena besar risikonya. Tindakan membuat dan menyebarkan hoaks tidak ada manfaatnya.
“Yang menyebarkan di azab oleh Allah. Yang difitnah dengan hoaks diangkat derajatnya oleh Allah. Sesungguhnya orang yang suka menyebarkan berita bohong atau perbuatan keji dikarenakan orang beriman, maka mereka akan mendapatkan azab dari Allah baik di dunia dan akhirat. Di dunia bisa hukum qisas atau bentuk hukuman lain seperti cambuk atau dipenjarakan. Maka, tidak heran sekarang banyak orang dipenjarakan karena menyebar atau membuat hoaks,” paparnya.
“Saya mengimbau masyarakat khususnya Kubu Raya untuk menangkal hoaks dengan tabayun kepada pihak yang mengeluarkan berita itu. Mari kita bertobat bersama-sama buat bangsa khususnya Kalbar. Di jalan Allah kita tolak berita hoaks demi kedamaian,” tukasnya.