Penemuan Mayat
Fakta-fakta Temuan Wanita Tewas Tergantung, Terungkap Dugaan Hingga Faktor Penyebab Kematian Korban
Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian yakni kursi plastik warna biru, silet dan bungkusnya serta seutas tali.
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Bripka Agung mengatakan, dari hasil pemeriksaan mayat tidak ditemukan ada campur tangan pihak luar.
Selain itu ia juga menemukan ciri khas orang gantung diri pada mayat tersebut.
"Ciri-ciri gantung diri kita temukan pada leher mayat, yaitu adanya jejas, atau bekas jeratan berupa tali plastik rapia," ungkapnya.
Bripka Agung menjelaskan, banyak faktor penyebab kematian korban.
"Jadi kenapa korban bisa meninggal, banyak faktor, pertama organ laring korban yang tercekik menyebabkan dalam proses pernapasan oksigen tidak dapat masuk ke paru-paru," terangnya.
Sehingga kata dia, otak tidak menerima suplai okesigen, akhirnya korban meninggal lemas karena kehabisan oksigen, ditambah dengan tidak adanya suplai oksigen yang masuk.
Tim inafis juga menemukan silet beserta bungkusnya yang berlumuran darah didalam rumah korban, yang tidak jauh dari posisi korban.
"Untuk penemuan silet memang kita temukan di bagian luar, di prakirakan sebelum gantung diri ada upaya korban untuk bunuh diri dengan silet tersebut, yakni dengan memotong pembuluh darah di tangannya," ungkap Bripka Agung.
Bripka Agung menduga, usai berupaya bunuh diri dengan menyilet tangannya korban menggantung diri dan akhirnya meninggal.
"Karena belum meninggal diprakirakan korban mengambil kursi plastik yang kita temukan di samping korban ketika gantung diri," ujarnya.
Tim inafis menemukan ada darah di kursi plastik warna biru disebelah korban menggantung.
"Di kursi plastik itu ditemukan bercak darah, diprakirakan darah tersebut berasal dari tangan korban yang luka tadi," jelasnya.
Bripka Agung menduga bercak darah di kursi disebabkan saat memegang kursi lengan korban mengucurkan darah.
"Dugaan itu kuat karena korban sebelumnya sudah berusaha menyilet pembuluh darahnya, sehingga darah menetes di kursi plastik," ungkapnya.
Keterangan Bripka Agung didukung kuat dengan keterangan dokter ahli forensik RSUD dr Sudarso, Dr Monang Siahaan.
"Dari hasil keterangan dokter ahli forensik juga mengungkapkan hal yang sama, ditemukan jejas pada leher dan igomortis pada kaki, artinya ada tanda-tanda kematian korban," katanya.
Dari olah TKP sejumlah barang yang diduga menjadi media korban bunuh diri diamankan.
"Selain silet, dan kursi plastik kita juga mengamankan barang bukti berupa tali plastik rapia sebagai media yang digunakan korban untuk gantung diri," tandasnya.
4. Sehari Sebelum Ditemukan Gantung Diri, Vivi Sudah Lakukan Hal Tak Terduga
Sehari sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri.
Mayat wanita paruh baya itu ditemukan didalam rumahnya di Komplek Purnama Agung VII, Blok N Nomor 23, Jl Purnama, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (19/2/2019) sekira pukul 17.30 WIB.
Mayat wanita paruh baya itu diketahui bernama Vivi (55), saat Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak Kota mendatangi TKP, anak korban mengatakan ibunya pernah melakukan percobaan bunuh diri.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, Kompol Husni Ramli mengatakan dari keterangan suami dan anaknya, percobaan bunuh diri yang dilakukan korban dengan menyilet pembuluh darah di pergelangan tangan kanannya pada Senin (18/2/2019).
"Sehari yang lalu, korban pernah melakukan percobaan bunuh diri, namun berhasil selamat dengan dibawa ke RS Kharitas Bhakti," ujar Kompol Husni.
Kompol Husni mengatakan sehari setelah dari RS Kharitas Bhakti yakni pada Selasa (19/2/2019) suami dan anak korban menemukan korban dalam kondisi tidak benyawa diduga karena gantung diri.
"Selain ditemukan gantung diri, juga ditemukan luka pada pergelangan tangan kiri korban yang mengenai pembuluh darah diduga bekas sayatan silet," ungkap Kompol Husni.
Kompol Husni mengatakan dari keterangan suami dan anaknya, korban ternyata seringkali mencoba bunuh diri,
"Sementara kasus ini masih ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Pontianak Kota," tandasnya. (Yak)
5. Keluarga Menduga Vivi Bunuh Diri Karena Depresi
Pihak kepolisian memperoleh keterangan dari keluarga korban, bahwa mereka menduga wanita paruh baya yang ditemukan tergantung didalam rumahnya nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi.
Keterangan itu didapatkan oleh pihak kepolisian dari suami dan anak korban saat di lokasi kejadian yakni Komplek Purnama Agung VII, Blok N Nomor 23, Jalan Purnama, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (19/2/2019).
Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, Kompol Husni Ramli mengatakan korban diduga mengalami depresi karena diceraikan oleh suaminya.
"Bahwa didalam kejadian penemuan mayat tersebut diduga korban mengalami depresi dikarenakan di ceraikan oleh suaminya atau di tinggalkan suaminya," ujar Kompol Husni.
Korban sering melakukan percobaan bunuh diri, lantaran permintaan maafnya kepada mantan suami sudah sering dilakukan dan ia menginginkan untuk kembali menjalin hubungan tapi suami tidak bisa.
"Dugaan depresi karena ditinggalkan suaminya ini diperkuat dengan fakta bahwa korban sering melakukan percobaan bunuh diri dan dilarikah ke rumah sakit lantaran menyilet pergelangan tangannya," ujar Kompol Husni. (Ya' M Nurul Anshory)
Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak: