Penemuan Mayat

Fakta-fakta Temuan Wanita Tewas Tergantung, Terungkap Dugaan Hingga Faktor Penyebab Kematian Korban

Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian yakni kursi plastik warna biru, silet dan bungkusnya serta seutas tali.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kolase/Tribunpontianak.co.id
Fakta-fakta Temuan Wanita Tewas Tergantung, Terungkap Dugaan Hingga Faktor Penyebab Kematian Korban 

Selain itu saat masuk kedalam rumah, ceceran darah yang didepan pintu masuk itu terparkir motor Yamaha Mio dengan nomor polisi KB 3080 OK.

Setelah selesai melakukan identifikasi awal, tim Inafis menurunkan mayat itu dan memasukkannya ke kantung mayat bewarna orange.

Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian yakni kursi plastik warna biru, silet dan bungkusnya serta seutas tali.

Atas permintaan keluarga, mayat wanita itu kemudian dibawa ke Ruma Duka Santo Mikael.

Wanita itu dibawa dengan ambulance toyota hilux KB 610 RI, Yayasan Santo Christoforus.

Baca: Hashim Sebut Cornelis Bertemu Prabowo Subianto

Baca: Rasakan Lezatnya Gelato dan Dessert Holla Ice Bar Café

2. Dokter Ahli Forensik RSUD Soedarso Ungkap Hasil Visum

Mayat wanita paruh baya yang ditemukan sudah tidak bernyawa dalam rumahnya di Komplek Purnama Agung VII, Jalan Purnama, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, dibawa ke RSUD dr Soedarso untuk dilakukan visum, Selasa (19/2/2019) malam.

Sebelumnya mayat wanita itu ditemukan dalam kondisi bergantung pada seutas tali plastik rapia di ventilasi kamar di dalam rumahnya dan darah berceceran dimana-mana.

Atas permintaan keluarganya mayat wanita itu dibawa ke Ruma Duka Santo Mikael samping RS Antonius, saat sampai disana sempat berada sekitar dua puluh menit didalam ambulance sebelum dipindahkan.

Masih belum puas dengan penyebab kematian wanita itu, demi kepentingan penyelidikan, akhirnya mayat wanita itu dibawa ke RSUD dr Sudarso untuk dilakukan visum.

Dokter ahli forensik RSUD dr Soedarso Dr Monang Siahaan MKed (For) SpF, mengatakan bahwa hasil visum luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan dari pihak luar yang dialami korban.

"Pertama tanda-tanda kekerasan yang dialami korban tidak ada dari pihak luar, itu yang paling penting," ujarnya Selasa (19/2/2019) malam kepada awak media.

Dr Monang mengatakan tanda-tanda kekerasan yang dialami korban dilakukan oleh korban sendiri.

"Tanda-tanda kekerasan itu berlangsung pada diri korban sendiri, dalam artian itu adalah perlakuan korban sendiri," ungkapnya.

Baca: Rilis Peringatan Dini BMKG Terkait Kondisi Cuaca Kalbar Hari Ini

Baca: Telkomsel Hadirkan Finalis IndonesiaNEXT, Satu Kontestan Asal Kalbar Tembus Tiga Besar Nasional

Hasil sementara visum luar menunjukkan adanya tanda-tanda yang identik dengan gantung diri.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved