Korban Kawat Layangan

Renggut Dua Nyawa, Suriansyah: Pemerintah Perlu Atur Lokasi Bermain Layangan yang Aman

Kita tentunya prihatin atas kejadian tersebut sehingga ada dua nyawa yang terenggut sia-sia

Renggut Dua Nyawa, Suriansyah: Pemerintah Perlu Atur Lokasi Bermain Layangan yang Aman
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Suriansyah 

Renggut Dua Nyawa, Suryansyah: Pemerintah Perlu Mengatur Lokasi Bermain Layangan yang Aman

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar Suriansyah mengaku sangat prihatin adanya korban meninggal akibat layangan dengan tali kawat. Tak tanggung-tanggung dalam waktu sepakan dua korban meninggal dunia akibat tersetrum kawat layangan.

"Kita tentunya prihatin atas kejadian tersebut sehingga ada dua nyawa yang terenggut sia-sia," ujar Suriansyah, Sabtu (26/1/2019)

Menurutnya dari dua peristiwa tersebut tentunya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi maupu pemerintah di level Kabupaten/Kota.

Barangkali hingga hari ini belum ada ditetapkan ditetapkan sebagai lokasi permainan layangan.

Hal tersebut menurtnya penting mengingat bermain layang-layang merupakan bagian dari permainan khas rakyat di Kalbar yang telah ada puluhan tahun silam.

Baca: Bakti Sosial, Mendulang Manfaat dari Pengabdian Kepada Masyarakat

Baca: Ditsamapta Polda Maluku Utara Gelar Ngopi Bareng Bahas Kamtibmas 2019

Baca: Tangkap Tersangka, Polisi Sita Puluhan Kilo Sisik Trenggiling

"Layang-layang inikan sangat dekat dengan tradisi masyarakat di Kalbar yang telah lama dimainkan dari generasi ke generasi. Barangkali penting untuk penyediaan lokasi bermain yang aman," ujarSuriansyah.

Ia menambahkan setelah ditetapkan lokasi bermain yang aman. Barulah setelah itu dilakukan pengawasan secara ketat, agar tidak terjadi jatuhnya korban yang sia-sia.

"Layang-layang memang bagian dari permaianan rakyat. Akan tetapi penggunaan benang kawat atau gelas itu yang harus dilarang. Cukup menggunakan benang biasa atau tali nilon biasa," ujarnya.

Jenazah Agustami di usung oleh kerabat menuju Surau Awwabin untuk di salatkan, di Gang Awwabin RT04 RW06 Jl Tanjung Harapan, Pontianak Timur
Jenazah Agustami di usung oleh kerabat menuju Surau Awwabin untuk di salatkan, di Gang Awwabin RT04 RW06 Jl Tanjung Harapan, Pontianak Timur

Jika masih ada yang bandel dan tetap bermain layangan dengan tali kawat dan gelas harus diberikan penindakan tegas.

Baca: Bermodal Rp 18 Juta, Alwa Kembangkan Borne Talent School Hingga Seperti Sekarang Ini

Baca: Bakti Sosial, Mendulang Manfaat dari Pengabdian Kepada Masyarakat

Dirinya menilai soal bermain layang-layang jika dikelola dengan baik akan memberikan dampak positf bagi masyarakat tertentu, yakni pengrajin layangan. Sehingga dapat menjadi sumber pemasukan.

"PLN juga harus proaktif memberikan sosialisasi tentang bahaya bermain layang-layang dengan tali kawat. Meskipun kita tahun PLN selama ini juga telah intens memberikan imbauan kepada masyarakat," ujar Suriansyah.. 

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved