Dua Bocah Tersengat Listrik

KISAH LENGKAP Kakak Beradik Tersengat Listrik, Abang Meregang Nyawa Setelah Coba Selamatkan Adik

Usai tersengat Apen dan Asen direndam dilumpur parit dekat rumahnya, kemudian dilarikan ke IGD RS Kartika Husada

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Layangan bertali kawat yang menelan korban jiwa Apen sementara adiknya Asen harus mendapatkan perawatan intensi akibat luka sengatan, Senin (21/1/2019) malam. 

Surianto Dekap Apen

Sementara jenazah Apen didekap bapaknya di ruang tunggu IGD, tampak gigi dan bibir serta ujung jari menghitam.

Sesekali bapak Apen, Surianto berusaha menekan nekan dada Apen dan mengusapkan minyak kayu putih dengan penuh harapan anaknya bisa hidup lagi.

Namun usaha tersebut sia-sia, Surianto tampak terpukul sekali dan selalu memeluk dan mencium jenazah anaknya.

Surianto saat itu masih berbau lumpur dan tampak bajunya kotor berlumpur karena bekas usahanya menyelamatkan anaknya dengan memasukan dalam lumpur parit dekat rumahnya.

Keluarga sudah banyak menunggu diluar IGD, tak lamak kemudian, jenazah Apen dibawa pulang oleh keluarga dengan ambulance layanan masyarakat Teluk Kapuas dengan nomor polisi KB9674WZ type suzuki APV.

Sesampainya dirumah, jenazah Apen disambut puluhan warga yang sudah menunggu sejak sore hari.

Baca: Pontianak Susun Rencana Pembangunan Daerah 2020-2024

Apen Minta Password Wifi

Saksi mata Simbolon (55) warga tinggal depan rumah korban menerangkan sebelum peristiwa nahas korban meninggal Apen sempat meminta diisikan pasword wifi untuk bermain game online di telpon pintar miliknya.

"Sekitar jam 3an sore, Apen tuh masih sempat minta isikan password wifi untuk maen game," ujarnya sesaat setelah jenazah apen tiba di rumah duka.

Usai berhasil login wifi, Apen memulai bermain game persis didepan teras sambil bersandar di pilar teras depan rumahnya.

Sang adik Asen kala itu, juga berada di samping apen sambil melihat sang abang kandung bermain game.

Jelang beberapa saat, sekira pukul 16.30 WIB Apen melihat layangan putus melambai di samping rumahnya.

Ingin mendapatkan layang putus tersebut, Apen dan Asen dalam waktu yang hampir bersamaan berusaha menggapai benang layangan putus tersebut untuk mendapatkan layangan putus, namun nahas benang layangan yang menggunakan kawat tersebut menjuntai mengenai aliran listrik tegangan tinggi.

"Ibu korban sempat berteriak minta tolong melihat dua anaknya yang telah tersengat listrik, kita tak berani dekat karena lihat benang masih menjuntai di kabel listrik," ujarnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved