Sat Pol PP Landak Akan Razia Penggunaan Gas 3Kg Apakah Tepat Sasaran

Kepala Bidang (Kabid) Trantib Satpol PP Landak, Ya' Jayadi menerangkan, pihaknya akan melakukan penertiban terhadap penggunaan gas 3 Kg

Sat Pol PP Landak Akan Razia Penggunaan Gas 3Kg Apakah Tepat Sasaran
TRIBUN PONTIANAK/ ALFONS PARDOSI
Warga Dusun Saham, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar dikawal Polsek Serimbu dan Satpol PP Landak saat menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati Landak, Rabu (23/9/2015) siang. 

Sat Pol PP Landak Akan Razia Penggunaan Gas 3Kg Apakah Tepat Sasaran

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kepala Bidang (Kabid) Trantib Satpol PP Landak, Ya' Jayadi menerangkan, pihaknya akan melakukan penertiban terhadap penggunaan gas 3 Kg di Landak khususnya pada usaha rumah makan, kafe, hotel, dan lain sebagainya.

Sebab kata Ya' Jayadi, kelangkaan gas melon di Landak ini diduga penyalurannya yang tidak tepat sasaran.

"Kita di Landak juga akan melakukan penertiban terhadap penggunaan gas 3 Kg seperti yang dilakukan di Kota Pontianak. Hanya saja saya belum tau apakah ada Perbupnya atau tidak," ujar Jayadi pada Rabu (16/1/2019).

Baca: Tak Mau Ketinggalan Bupati Landak Karolin Ikut Posting Foto 10  Year Challenge

Baca: Link LIVE STREAM Asian Cup Filipina Vs Kirgiztan, LIVE Free Fox Sports Asia Sedang Berlangsung

Baca: Tingkatkan Keselamatan, Dishub Kubu Raya Gelar Uji Petik Angkutan Laut dan Darat

Namun demikian, dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan Provinsi untuk menanyakan hal itu. Pihak provinsi memang sudah ada Pergub untuk penertiban penggunaan gas 3 Kg tersebut.

"Memang kita merencanakan akan melakukan penertiban penggunaan gas 3 Kg di Landak, baik di rumah makan, hotel dan tempat lainnya. Jadi jangan sampai gas 3 Kg itu digunakan untuk keperluan rumah makan dan hotel," terangnya.

Jayadi menuturkan, pihaknya sudah pernah mendatangi sejumlah rumah makan, hotel dan kafe di Landak untuk mengimbau supaya tidak menggunakan gas 3 Kg yang diperuntukan bagi rakyat miskin.

"Pergunakanlah gas elpiji yang tidak bersubsidi seperti tabung gas berwarna biru ukuran 12 Kg. Kalau masih ada yang menggunakan gas 3 Kg, kita akan menyita gas elpiji itu pada penertiban nanti," tegasnya.

Baca: Paguyuban Mega Mendung Jaga Budaya Jawa, Kuda Lumping

Baca: Pelaku Pengeroyokan di Polsek Empanang Akhirnya Tiba di Polres Kapuas Hulu, Ini Videonya

Ia juga mengakui, memang ada indikasi penggunaan gas 3 Kg di hotel dan rumah makan di Landak. Hanya saja ia tidak menyebutkan hotel dan rumah makan yang mana.

"Ini masih tahap penyelidikan kami sebelum kami tertibkan. Kita tinggal menunggu Perbup saja untuk melakukan penertiban itu. Kita juga akan berkoordinasi dengan OPD terkait di Landak," ungkapnya.

Berkaitan dengan sanksi apa yang akan dikenakan jika terdapat ada hotel dan rumah makan masih menggunakan gas 3 Kg pada penertiban nanti, ia menegaskan tentu ada sanksi yang tegas.

"Tapi kita terlebih dahulu memberikan peringatan. Kalau nanti ada yang ketangkap, kita akan ingatkan sebanyak tiga kali pada saat penertiban nanti. Kalau sudah diingatkan tiga kali masih membandel, kita akan melakukan penyitaan terhadap gas elpiji itu," bebernya.

Baca: DOA Niat Puasa Senin Kamis, Manfaatnya Hikmah dan Keutamaannya! Pahalanya Besar

Baca: Link LIVE STREAM Asian Cup China Vs Korea Selatan, Big Match LIVE Free Fox Sports Asia Jam 20.30 WIB

Namun kalau juga masih membandel, terpaksa akan dilakukan tindakan lebih tegas lagi. "Bisa saja di police line dengan melakukan koordinasi dengan pihak perizinan, apakah SIUPnya bisa dicabut atau sebagainya," terang Jayadi.

Hal yang sama juga akan dilakukan pada pihak yang melakukan penimbunan terhadap gas 3 Kg. Jika ada informasi masyarakat yang mengetahui adanya indikasi penimbunan gas elpiji 3 Kg, akan dilakukan penindakan sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila terbukti ada penimbunan yang dilakukan oleh pangkalan, agen atau pengecer," pungkasnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved