Talk Show Warung Aspirasi Bonti, Sab’in: Kalbar Layak Jadi Ibu Kota Negara
Selain saling menyangga, ketiga wilayah tersebut juga memiliki kelebihan lain sebagai pusat ibu kota.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warung Aspirasi Bang Sab'in kembali menggelar diskusi bersama generasi millenial yang ada di Kota Pontianak, Sabtu (5/1/2019).
Dalam diskusi kali ini, Warung Aspirasi Bonti yang menghadirkan PP GMKI, Kaleb Elevensi, Ketua Himapol Untan, Ardianus Ardi, dan Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak, Tiarasari ini pun membahas terkait dengan Ibu Kota RI yang isukan pindah ke Kalimantan.
Tuan rumah Warung Aspirasi, Moch Sab’in menilai jika Provinsi Kalimantan Barat sangat layak dijadikan Ibu kota negara.
Ia pun mengatakan, jika Kalbar lebih layak karena sejumlah unsur dan kriteria sebagai calon ibu kota negara sudah dipenuhi.
Baca: Bawaslu Kerahkan Personel untuk Mendata DPTB dan DPK, Zainab Minta Jajaran Mendata dengan Baik
Baca: Resep Nasi Goreng Kencur, Begitu Dimakan Aromanya Merebak Dalam Mulut
“Kalbar kita anggap sangat layak sebagai calon ibukota negara. Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah sedang dibangun hari ini. Ditambah lagi dengan fasilitas-fasilitas lainnya,” katanya.
Posisi Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia menurutnya juga menambah daya tarik sebagai calon ibu kota negara.
“Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara tetangga. Itu kita anggap menguntungkan dari segi bisnis. Kalau dilihat hari ini tawar menawar Kalteng itu masih sebatas ibu kota administratif. Tetapi, apabila Kalbar mengambil peran ini, kita tidak hanya administratif saja. Termasuk juga bisnis karena areal Kalimantan Barat yang begitu luas,” terangnya.
Kepentingan tersebut, lanjutnya, mesti didorong bersama. Sebab, berbagai keuntungan akan diperoleh jika terwujud.
Baca: Anak Muda Indonesia Nikmati Liburan Akhir Tahun Bersama 3
Baca: 16 Papan Reklame di Ketapang Belum Bayar Pajak, Ini Produk Yang Diiklankan
“Kepentingan ini patut kita dorong karena sejauh ini Kalbar tidak mendapatkan penguatan-penguatan dari APBN secara utuh. Bukti yang sederhana sekali, tahun 2019 ini alokasi APBD kita hanya Rp5,9 triliun. Itu tentu tidak sebanding dengan luas daerah. Termasuk juga dengan segmen-segmen pembangunan yang akan kita sentuh,” bebernya.
“Kalimantan hari ini layak untuk menuntut itu. Karena sumber daya alam kita dieksploitasi habis-habisan untuk melakukan penguatan-penguatan pada beberapa titik yang kita pun tidak merasakan hasilnya,” sebutnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan akan terus mendorong Pemprov dan anggota DPRD Kalimantan Barat untuk mewujudkan wacana tersebut. Termasuk Bappenas juga akan dimintanya untuk menyiapkan studi kelayakan provinsi yang kini dipimpin oleh Sutarmidji sebagai ibu kota negara.
“Pemerintah Provinsi yang hari ini dipimpin oleh Pak Sutarmidji dan anggota DPRD Kalimantan Barat agar kembali mewacanakan Kalimantan Barat lebih layak untuk dijadikan ibu kota negara. Termasuk juga Bappenas untuk membuatkan studi kelayakannya bahwa Kalbar lebih mempunyai ruang untuk itu. Sederhananya, Kalimantan Barat paling layak untuk jadi ibu kota negara,” pintanya.
Ia pun mengatakan, tiga wilayah yang paling tepat untuk dijadikan pusat ibu kota nantinya ialah Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah.
Selain saling menyangga, ketiga wilayah tersebut juga memiliki kelebihan lain sebagai pusat ibu kota.