Hujan Meteor Quadrantid hingga Gerhana Bulan Total: Ini Daftar Fenomena Antariksa di Januari 2019

Hujan Meteor Quadrantid hingga Gerhana Bulan Total: Ini Daftar Fenomena Antariksa di Januari 2019

Editor: Nasaruddin
National Geographic Indonesia
Tiga teleskop Deimos Sky Survey, yang terletak di Spanyol, mengawasi asteroid dekat dan puing luar angkasa buatan manusia yang dapat merusak satelit, sementara sebuah pesawat terbang melintasi langit. Noelia Sánchez Ortiz, insinyur luar angkasa, dan Jaime Nomen, astronom dan kepala observatorium, memantau peralatan. 

Beberapa daerah laut di Samudra Pasifik Utara dan Alaska juga bakal kebagian gerhana ini.

Dilansir dari Travelandleisure, berikut waktu gerhana matahari di beberapa kota di Asia Timur dan Rusia.

Yakutsk, Rusia - 10:14 (57%)

Oymyakon, Rusia - 11:29 (60%)

Vladivostok, Rusia - 10:57 (37%)

Tokyo, Jepang - 10:05 (30%)

Osaka, Jepang - 09:57 (25%)

Sendai, Jepang - 10:09 (35%)

Sapporo, Jepang - 10:13 (43%)

Harbin, Cina - 08:52 (37%)

Beijing, Tiongkok - 08 : 34 pagi (20%)

Shanghai, Cina - 08:32 (9%)

PyeongChang, Korea Utara - 09:46 (25%)

Seoul, Korea Selatan - 09:45 (24%)

Gerhana bulan total juga akan terlihat di Amerika Utara dan Selatan, serta dari Eropa Barat.

Gerhana 'Super Blood Wolf Moon' terjadi pada 20-21 Januari 2019.

Sementara itu, gerhana matahari bakal menyambangi Indonesia pada 26 Desember 2019.

Gerhana matahari cincin bakal terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved