Anak Buah Terlibat Curanmor, Kapolresta: Brigadir Eko Masih Teman Kita

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir menegaskan Brigadir Eko Budi Sukoyo tetap menjadi teman dari anggota Polri.

Anak Buah Terlibat Curanmor, Kapolresta: Brigadir Eko Masih Teman Kita
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir melepas seragam Polri Brigadir Eko dalam upacara pemecatan dengan tidak hormat (PDTH) dua anggota Polresta Pontianak, di halaman Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (7/12/2018). Brigadir Eko dipecat dengan tidak hormat karena melakukan tindak pidana umum yang tersandung 8 Laporan Polisi yang diantaranya Kasus Curanmor dan Desersi atau tidak masuk kerja selama 33 Hari, kemudian satu anggota Polresta yang dipecat dengan tidak hormat adalah Bripda Dori yang tersandung tindak pidana umum yakni persetubuhan anak bawah umur yang saat ini statusnya Daftar Pencarian Orang (DO) dan masih dilakukan pencarian. 

Dan Bripda Dori Buma Putra Anggota Satsabhara Polresta Pontianak juga Melakukan pelanggaran tindak pidana umum persetubuhan anak bawah umur pada 22 Juli 2017 lalu ia di jerat pasal 81 Ayat 1 Jo Pasal 76 D UU RI No 35 tahun 2014 ttentang Perubahan UU Pelindungan Anak

Selain itu di jerat di jerat Pasal 11 Huruf C dan Pasal 14 Ayat 1 Huruf A PP RI No 1 tahun 2003 Pemberhentian Anggota Polri melakukan perkara disiplin tidak masuk dinas selama 141 Hari mulai 7 November 2017 hingga 11 Mei 2018, In Absensia. (*)

Upacara pemecatan dengan tidak hormat (PDTH) dua anggota Polresta Pontianak, atas nama Brigadir Eko (baju batik) dan Bripda Dori di halaman Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (7/12/2018). Brigadir Eko dipecat dengan tidak hormat karena melakukan tindak pidana umum yang tersandung 8 Laporan Polisi yang diantaranya Kasus Curanmor dan Desersi atau tidak masuk kerja selama 33 Hari, kemudian satu anggota Polresta yang dipecat dengan tidak hormat adalah Bripda Dori yang tersandung tindak pidana umum yakni persetubuhan anak bawah umur yang saat ini statusnya Daftar Pencarian Orang (DO) dan masih dilakukan pencarian.
Upacara pemecatan dengan tidak hormat (PDTH) dua anggota Polresta Pontianak, atas nama Brigadir Eko (baju batik) dan Bripda Dori di halaman Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (7/12/2018). Brigadir Eko dipecat dengan tidak hormat karena melakukan tindak pidana umum yang tersandung 8 Laporan Polisi yang diantaranya Kasus Curanmor dan Desersi atau tidak masuk kerja selama 33 Hari, kemudian satu anggota Polresta yang dipecat dengan tidak hormat adalah Bripda Dori yang tersandung tindak pidana umum yakni persetubuhan anak bawah umur yang saat ini statusnya Daftar Pencarian Orang (DO) dan masih dilakukan pencarian. (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Sebelumnya diberitakan, Polresta Pontianak mengelar upacara Pemecatan Dengan Tidak Hormat (PDTH) dua anggotanya di MaPolresta Pontianak, Jumat (7/12) pagi.

Upacara PDTH yang di pimpin langsung oleh Kapolresta Pontianak itu belangsung pukul 08.30 WIB.

PDTH ditandai Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir dengan melepas seragam.

Kemudian menyerahkan surat PDTH kepada yang bersangkutan.

PDTH ini dihadiri sejumlah Kapolsek di jajaran Polresta Pontianak .

Dua anggota Polresta Pontianak yang di PDTH tersebut adalah Brigadir Eko dan Bripda Dori.

Keduanya dipecat dengan tidak hormat karena melakukan tindak pidana umum.

Halaman
1234
Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved