Kolonel Wanita Kelahiran Pontianak Ini, Raih Otmil Terbaik Se Indonesia
Berkat buah tangan dari seorang ibu dua anak ini, Kantor Oditur Militer (Otmil) II-06 Pontianak berhasil meraih tiga penghargaan
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berkat buah tangan dari seorang ibu dua anak ini, Kantor Oditurat Militer (Otmil) II-06 Pontianak berhasil meraih tiga penghargaan dari Kepala Babinkum TNI.
Tak ayal seorang Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad) berpangkat bunga tiga yang lahir di Pontianak 47 tahun silam di nobatkan sebagai kepala Oditur Militer terbaik se Indonesia dalam peringatan HUT ke 43 Babinkum TNI tahun 2018 di Jakarta
Kol CHK Sri Widyastuti SH MH Tak hanya lahir di Pontianak tetapi juga sempat mengenyam pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi Strata 1 di Pontianak.
Baca: Kasat Pol PP Pontianak Nilai Rumah Kost Disewakan Harian Jadi Penyebab Tingginya Kasus Asulisa
Kemudian akhirnya dia mendapatkan seorang jodoh sesama seorang Prajurit TNI yang kini bertugas di Mabes TNI dan menetap di Jakarta.
Saat di sambangi Tribun Pontianak di ruang kerja di Jl Gst Sulung Lelanang Pontianak, Kol CHK Sri Widyastuti mengaku telah berdinas di Kantor Oditur Militer II-06 Pontianak sekitar 1, 5 tahun ini
"Saya ini meski keturunan jawa, tapi serasa dinas di kampung halaman sendiri, karena saya lahir di Pontianak dan bersekolah di sini, SMP di SMPN 5 dan SMA di SMAN 2,"ujarnya pada Rabu (5/12/2018).
Baca: Dibimbing Sejak SMK, 2 Alumni SMK Kristen Immanuel Raih Medali Emas dalam Ajang Asia WorldSkill 2018
Kemudian ia menuturkan kalau dirinya saat menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak, selanjutnya mendaftarkan diri sebagai Prajurit TNI
Terkait dinobatkan sebagai kepala Oditur Militer terbaik se Indonesia, Sri Widyastuti mengaku hal tersebut merupakan keberhasilan bersama antara dirinya dengan jajaran.
"Oditur Militer itu bahasa lainnya yakni Jaksa nya khusus Militer, berhasil menjadi terbaik, saya di sini hanya menerapkan norma dan kaidah hukum yang ada, ya bekerja sesuai prosedurnya,"katanya.
Tak hanya itu, juga mampu menyelesaikan perkara hingga di limpah ke pengadilan militer secepat mungkin setelah mendapatkan arahan dari komando atas.
"Untuk meningkatkan kemampuan, kita juga bekerjasama dengan instansi Samping, seperti Kejaksaan, BNN hingga KPK,"katanya.
Namun, ia memastikan jika ada Prajurit TNI yang terlibat narkotika, meskipun hanya pengguna terlebih pengedar, dirinya memastikan tuntut Prajurit itu untuk Di Pecat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kol-chk-sri-widyastuti-sh-mh.jpg)