Pengamat Sebut Meninggalnya Siswi Mempawah Dalam Jam Olahraga, Murni Kelalaian Gurunya
Begitu seorang guru menyusun perencanaan pembelajaran, sudah dihitung semuanya, praktek dimana, siapa yang mengawasi dan lainnya.
Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
Guru itukan harus melindungi anak dan di Amerika guru macam itu pasti sudah masuk penjara. Guru tidak boleh sembarangan membawa muridnya, saya juga khawatir apalagi anak sekarang ini main hp, dibawa pakai motor dan sambil main hp, coba kalau disenggol motor dan mobil.
Saran saya kalau tidak bisa mengamankan anak, biarlah dilingkungan sekolah saja, tidak perlu berenang kesana sini.
Dikolam renangpun, belum tentu aman. Coba saja, kalau anak tidak bisa berenang bisa meninggal juga.
Jadi guru itu kurang perhatian pada muridnya. Guru itu mesti diberikan peringatan, semua guru harus memiliki kepedulian tehadap anak didiknya. Guru harus meningkatkan professionalismenya, diantara professionalisme itu adalah menjaga muridnya.
Jangan sampai guru duduk diruang guru, murid berkeliaran mainnya. Ini terjadi disekolah-sekolah yang ada. Guru harus mengawasi muridnya, setelah pulang kerumah barulah orangtuanya.
Saat ini guru kemana, tapi murid kemana, anak berkelahi disekolah. Namanya anak-anak inikan bisa saja kelahi bawa kayu dan memukul temannya baru gurunya kalut.
Inilah kita, selalu bertindak reaktif setelah ada kejadian, tapi tidak bertindak sebelum itu terjadi. Pemerintah daerah dan kementerian agama setempat dan daerah lainnya harus melakukan pembinaan terhadap guru.
Para pengawas sudah ada, ini tantangan berat untuk guru, di perkembangan informasi dan teknologi. Kalau guru tidak mempunyai peningkatan dalam mengawasi murid maka bobroklah kita kedepannya.
Guru harus lebih aktif dan meningkatkan profesional. Tapi guru yang aktif tidak bolehlah digaji hanya Rp200-500 ribu perbulan.
Bagaimana mau aktif dan profesional kalau guru digaji seperti itu, dia saja kekurangan gizi. Jadi permasalahan ini komplek dan harus kita lihat secara runut.
Terpenting ini harus jadi pelajaran kita semua, ini harus jadi peristiwa terakhir.