Tercatat 6689 Jiwa Terdampak Banjir, BPBD Mempawah Terus Siaga

Enam kecamatan tersebut terdiri dari kecamatan siantan,segedong,mempawah hilir, mempawah timur, sungai kunyit, dan toho.

Penulis: Ferryanto | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Kondisi Banjir di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Senin (26/11/2018). 

Laporan wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- BPBD Mempawah melalui Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Didik Sudarmanto mengungkapkan bahwa Selama di bulan November BPBD mempawah mencatat sebanyak 6 kecamatan di kabupaten mempawah yang terendam banjir.

Dari 6 kecamatan yang terendam banjir ini, Didik memaparkan bahwa tercatat sebanyak 1.979 kepala keluarga dengan total 6.689 jiwa yang terdampak banjir di Kabupaten Mempawah.

Baca: Banjir Kiriman Kembali Landa Desa Pasir Kabupaten Mempawah

Baca: Masjid Sabilul Muhtadin Mempawah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Enam kecamatan tersebut terdiri dari kecamatan siantan,segedong,mempawah hilir, mempawah timur, sungai kunyit, dan toho.

"Dari awal november 2018 udah 1.979 kk dan 6.689 jiwa yang terdampak tersebar, yang tersebar di 6 kecamatan, tapi yang hingga kini masih terdapat banjir adalah desa pasir kecamatan mempawah Hilir dan Desa Sejegi kecamatan Mempawah timur,"ungkapnya, Senin (26/11/2018).

Berikut adalah data dari BPBD Mempawah terkait jumlah yang Terdampak banjir di kabupaten Mempawah.

Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

1.dusun sebukit rama 390 kk/943 jiwa.
2.dusun suap 220 kk/824 jiwa.
3.dusun pasir tengah 325kk/971 jiwa
4.desa parit amangku 309 kkk/1200 jiwa

Kemudian Untuk desa sejegi, Kecamatan Mempawah Timur data sementara 119 kk/327 jiwa

Didik mengungkapkan bahwa banjir ini yang terjadi di Desa Pasir dan Desa Sejegi ini akibat air kiriman dari daerah perhuluan, yang kemudian di tambah dengan pasang air laut.

"Untuk wilayah Desa Kecamatan lain, untuk sementara udah surut, namun bisa saja nanti berubah sesuai situasi curah hujan yang ada,"ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya pun terus bersiaga dan melakukan monitor perkembangan banjir di lapangan, dan hingga kini ia mengungkapkan masih belum ada warga yang bersedia di evakuasi, karena banyak warga yang menilai ketinggian air belum terlalu parah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved