Pembunuhan Sungai Rengas

Diduga Kerasukan dan Habisi Anak Kandung, Wilson: Gejala Gangguan Jiwa Berat

Gejalanya bisa juga disertai halusinasi berupa suara-suara tidak nyata atau penglihatan-penglihatan yang tidak nyata

Diduga Kerasukan dan Habisi Anak Kandung, Wilson: Gejala Gangguan Jiwa Berat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolresta Pontianak Kombes Muhammad Anwar Nasir melihat kondisi korban di rumah korban Jalan Usaha Baru, Parit Langgar, Sungai Rengas, Kubu Raya, Sabtu (24/11/2018) pagi. As (2,5) dianiaya oleh ayahnya sendiri hingga tewas setelah dibanting di lantai rumah berkali-kali. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kasus seorang oknum security atau Satuan Pengamanan (Satpam), Supardi Supriyatman tega menghabisi nyawa putrinya sendiri yang masih berusia 1,4 tahun, Sabtu (24/11/2018) pukul 08.30 WIB, mendapat tanggapan dari Psikiater Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), dr. Wilson. 

Terlebih lagi, menurut keterangan pihak keluarga tersangka, Supardi kerap seperti kerasukan roh halus. Demikian pula saat peristiwa terjadi, tersangka seperti kerasukan. Padahal tersangka dikenal sayang pada anaknya.

Baca: Motor Terlibat Kecelakaan dengan Truk, Dua Remaja Alami Luka Serius

"Jika yang bersangkutan merasa yakin dimasuki roh halus, itu merupakan gejala gangguan jiwa berat, namanya waham atau suatu keyakinan yang salah," jelas Wilson, Minggu (25/11/2018).

Menurut Wilson, Roh halus itu bisa saja mengendalikan penderita sehingga penderita bisa melakukan tindakan-tindakan di luar akal sehat, seperti membanting anaknya sendiri.

"Gejalanya bisa juga disertai halusinasi berupa suara-suara tidak nyata atau penglihatan-penglihatan yang tidak nyata, (hanya bisa didengar atau dilihat pasien itu sendiri),"tambah Wilson.

Kondisi ini harus diobati dengan obat antipsikotik. Masyarakat juga harus diberikan penyuluhan bahwa pasien dengan gangguan jiwa itu bukan karena dirasuki oleh roh halus, tetapi ada penyakit atau kerusakan di otak sehingga perlu pengobatan segera sehingga tidak terjadi hal-hal seperti ini.

"Selain keteraturan meminum obat, harus ada dukungan dari keluarga kepada dia bahwa penyakit ini bisa disembuhkan," jelasnya lagi.

Baca: Pemkab Sintang Serahkan Bonus Peraih Medali Porprov Kalbar 2018 

Masyarakat juga tidak menganggap dia sebagai orang yang harus dikucilkan, tetapi orang yang perlu mendapat perhatian.

Perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis. Perlu juga ditanya pada pihak keluarga dan orang terdekat dengan dia, bagaimana perilakunya selama ini.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved