Diduga Depresi, Aspiansyah Bakar Rumah Sendiri
Satu unit rumah yang berada di Jalan Imam Bonjol Kel Bangka Belitung Pontianak mengalami kebakaran
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Madrosid
Naas bagi Fendi yang diduga membakar rumahnya sendiri harus tewas terpanggang api dan saat ini warga sekitar tengah melakukan proses untuk pemakaman jenazah Fendi.
Baca: Siaran Langsung RCTI Indonesia Vs Filipina: Saksikan Aksi Timnas Live Streaming RCTI Piala AFF 2018
Baca: Tokoh Masyarakat Dukung Kebijakan Pusat, Tapi Ini Pesanya
"Fendi itu tinggal sendirian dan mengalami gangguan jiwa. Sebetulnya dia tinggal sama istrinya tapi saat ini istrinya sakit dan dirawat di rumah keluarganya. Jadi tinggalkan dia sendiri," ucap Fauzi.
Kasus lainnya terjadi di Kapuas Hulu.
Seorang warga Jalan Jeranding, Putussibau Utara, yang mengindap ganggu jiwa diduga telah membakar rumahnya sendiri, Sabtu (15/9/2018) pukul 19.25 WIB.
Atas kejadian itu, rumah tersebut hangus terbakar rata dengan tanah.
Harta benda tak bisa diselamatkan oleh warga.
"Alhamdulillah, tak ada korban jiwa," ujar Ketua RT04RW03, Jl Jeranding, Kecamatan Putussibau Utara, S.Hendra Riyanto kepada Tribunpontianak.co.id.
Baca: Aida Mochtar Harap Kepengurusan Kota Pontianak dapat Bekerjasama Dengan Pemerintah
Baca: Isu Suap dan Pengaturan Skor Liga 2 Babak 8 Besar Grup A, Begini Tanggapan Pencinta Bola di Aceh
Menurut Ketua RT tersebut, api membakar rumah itu sangat cepat, karena bahan rumah itu terbuat dari kayu dan rumahnya sudah tua.
"Saya lihat apinya sudah padam, dan rumah rata dengan tanah. Jadi harta benda tak bisa diselamatkan," ucapnya.
Hendra menjelaskan, penyebab kebakaran itu adalah dibakar oleh orang gila yaitu namanya Adi, yang juga tinggal dirumahnya tersebut.
"Kita harapkan pihak keluarga untuk bisa mengamankan yang bersangkutan, supaya tidak membakar lagi," ujarnya.
Baca: Dosen FKIP Unila Cabuli Mahasiswinya di Kampus, Ancam Tak Luluskan Skripsi
Baca: Hasil Drawing Korea Masters 2018: Anthony Ginting Lawan Wakil Israel, Jojo Vs Heo Kwang Hee
Terkait Adi yang merupakan orang gila tersebut, jelas Hendra sudah pernah dibawa ke rumah sakit sungai Bangkong.
Dikarenakan tak ada biaya lagi akhirnya dipulangkan kembali.
"Diharapkan segera di tanggani lagi oleh pemerintah," ungkapnya. (HADI SUDIRMANSYAH/SYAHRONI/SAHIRUL HAKIM/TRIBUNPONTIANAK)