Ini Tanggapan Kemenpan Terkait "Passing Grade" dan Tingginya Pelamar CPNS Tak Lolos

Panitia langsung menempel seluruh nama peserta dan perolehan nilainya di papan informasi yang terletak di depan ruang tunggu para peserta.

Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Peserta ujian CPNS dilingkungan Kementerian Agama kantor wilayah Kalimantan Barat menunggu di ruang tunggu sembari mendengarkan pengarahan dari panitia sebelum memasuki ruangan tes di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Sabtu (3/11/2018). Jumlah total peserta CPNS yang lulus administrasi di lingkungan Kementerian Agama Kalbar berjumlah 2241. Dari jumlah tersebut, sebanyak 228 peserta merupakan formasi IAIN Pontianak, 1.950 formasi Kanwil, dan 63 peserta formasi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN). Tes berlangsung sejak 3-5 November 2018. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

“Berarti kan perlu seleksi lagi. Mudah-mudahan hari ini hari terakhir seleksi ada yang lolos,” ujar Aloy.

Aloy berharap, formasi yang diusulkan sebanyak 81 orang tersebut bisa terpenuhi. Ia mengakui, jika melihat situasi yang ada memang cukup sulit untuk memenuhi passing grade yang telah ditetapkan.

“Kalau formasi yang ada tidak terpenuhi, nanti akan dilihat kembali. Paling tidak Pemkab melalui Sekda dan BKPSDM berkonsultasi lagi ke Kemenpan-RB,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Zakaria, mengungkapkan, bila formasi sebanyak 81 tidak terpenuhi maka pihaknya akan menyurati Menpan-RB.

Hal ini dilakukan sebagai upaya agar ada regulasi lain untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Apakah nanti sistemnya passing grade diturunkan atau sistem ranking. Nanti akan dikonsultasikan. Sehingga, 81 itu nantinya bisa terpenuhi karena itu kebutuhan daerah,” ujarnya.

Ia pun berharap, Kemenpan-RB mau merubah regulasinya. Bahkan, kata dia, tim pusat juga akan menyampaikan agar dibuat regulasi yang lebih rasional.

“Bahkan Menteri bilang, momok CPNS sekarang passing grade yang tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu satu di antara peserta tes CPNS yang lolos SKD CPNS Kabupaten Sekadau, Endah Purnama Sari, mengaku senang dan tidak menyangka bisa lolos.

Perempuan berusia 23 tahun itu mengatakan, dirinya tak menyangka bisa lolos lantaran persiapan yang dilakukannya dirasa masih kurang.

“Akhirnya jauh-jauh dari Ketapang ke Sekadau, nginap di Sintang dan tes di Sekadau dan ada hasilnya. Meski persiapannya belajarnya kurang, tapi karena sudah niat dan fokus mengerjakannya akhirnya bisa,” ujarnya.

Endah mengambil formasi Pengendalian Dampak Lingkungan ahli pertama di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sekadau. Endah merupakan satu diantara 37 peserta yang lolos SKD CPNS Kabupaten Sekadau.

“Dari awal saya memilih formasi di Sekadau sudah ada komitmen (tidak pindah). Kalau tidak ada komitmen dari awal tentu saya tidak bisa melangkah sejauh ini,” pungkas alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu.

Dihubungi terpisah Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Mutasi BKPSDMAD Sambas, Abdul Muin, mengatakan dalam dua hari pelaksanaan test CPNS di Kabupaten Sambas, di hari pertama yang memenuhi SKD 42 orang.

Baca: Inilah Dua Agenda Penting di Kapuas Hulu Yang Akan Dilaksanakan Besok, Termasuk Seleksi CPNS

“Kalau yang hari ini di tiga sesi baru dua orang itu yang memenuhi passing grade. Selanjutnya akan masuk ke seleksi kompetisi bidang," ujar Abdul Muin yang juga Koordinator Seleksi tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved