Heri Mustari: Penyuluh Pertanian Harus Jadi Prioritas Negara
Sejalan dengan Nawacita Bapak Presiden RI sendiri, kegiatan pertanian menjadi satu di antara prioritas utama untuk pembangunan di Indonesia.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ketua DPW Gerbang Tani Provinsi Kalbar, Heri Mustari mengatakan, jika Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THLTBPP) merupakan ujung tombak dalam menyampaikan informasi dan penguatan kapasitas di lembaga pemerintahan.
Sejalan dengan Nawacita Bapak Presiden RI sendiri, kegiatan pertanian menjadi satu di antara prioritas utama untuk pembangunan di Indonesia.
"Sehingga penyuluh pertanian harus menjadi prioritas," katanya, Kamis (8/11/2018).
Baca: Bupati Sambas Tinjau Langsung Pelaksanaan Test CPNS Sambas
Kebutuhan penyuluh pertanian saat ini sangat-sangat kurang dan belum maksimal, maka Indonesia perlu regenerasi petugas penyuluh untuk menggantikan penyuluh yang sudah pensiun.
Kemudian, bagaimana pemerintah bisa mengikat penyuluh-penyuluh yang sudah berpengalaman (sudah lama bertugas) agar tidak beralih ke profesi lain hanya gara-gara ketidakjelasan nasibnya.
"Jangan sampai mereka (penyuluh) tergiur dengan tawaran pekerjaan lain sehingga berpindah ke profesi yang lain yang nantinya akan mengakibatkan penyuluh akan semakin berkurang," ujarnya.
Andai saja mereka (penyuluh) bisa diangkat menjadi PNS atau format ASN yang lain, setidaknya kehidupan mereka bisa lebih terjamin dan bisa lebih efektif dalam bertugas untuk menyampaikan informasi pertanian masyarakat.
"Saya pikir, pengangkatan PNS merupakan sebuah penghargaan bagi kawan-kawan penyuluh yang berusia 35 ke atas karena sudah bertugas selama 5 tahun bahkan ada yang sudah belasan tahun, sehingga mereka sudah mengenal wilayah dampingannya masing-masing," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-dewan-pengurus-wilayah-dpw-gerakan-kebangkitan-petani-dan-nelayan-heri-mustari_20181016_113549.jpg)