Pemkab Gunakan SMKN 1 Sintang Tempat Tes CAT Seleksi CPNS 2018

Palentinus mengatakan, sebelumnya dari hasil survei lokasi yang dilakukan BKPSDM Sintang ada dua pilihan tempat yang mempunyai fasilitas dan sarana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sintang, Palentinus 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sintang, Palentinus menyampaikan bahwa sebelumnya ada dua pilihan tempat yang diperkirakan layak menjadi tempat pelaksanaan tes CPNS 2018.

Seperti yang diketahui, tes dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 memakai sistem Computer Assisted Test (CAT) baik dalam pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Baca: Warga Sintang Tidak Alami Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Harga Masih 20 Ribu Pertabung

Baca: H-3 Jelang Penutupan, Pendaftaran CPNS Pemkot Pontianak di SSCN Tembus 4.610 Orang

Palentinus mengatakan, sebelumnya dari hasil survei lokasi yang dilakukan BKPSDM Sintang ada dua pilihan tempat yang mempunyai fasilitas dan sarana prasarana layak ialah SMK Negeri 1 Sintang dan SMP Negeri 1 Sintang.

"Kalau di SMP 1, memang komputernya cukup memadai, di sana ada 3 lokal ruang Lab. Namun untuk tes CAT, kita dipersyaratkan hanya boleh satu ruangan, jadi kalau di SMP 1, sekat-sekatnya harus kita bongkar, tentu itu menambah pekerjaan," katanya, Jumat (12/10/2018) pagi.

Terlebih menurutnya di SMP Negeri 1 Sintang, sedang ada pembangunan gedung baru dan gerbang sekolah. Tentu akan mengganggu akses masuk dan akan mengganggu konsentrasi peserta Tes Penerimaan CPNS.

Sementara itu, untuk di SMK Negeri 1 Sintang menurutnya sudah mempunyai pengalaman dalam seleksi penerimaan CPNS tahun 2014 dengan sistem CAT. Sebab itu, dia menilai SMKN 1 Sintang lebih siap dengan standar yang ada.

Namun ia juga meminta nantinya pelaksanaan tes di SMKN 1 Sintang dilaksanakan di Balai Pertemuan atau Gedung Serbaguna sekolah. Jadi komputer yang ada di dua laboratorium dipindah menjadi satu dalam ruangan.

"Jadi biar di situ satu ruangan saja, karena susah pengawasannya dan servernya cuma satu dibawa langsung oleh BKN dan pengawasan dari BKN. Ya kita minta satu ruangan itu 100 buah komputer yang disiapkan," katanya.

Terkait dengan pelaksanaan tes bagi Kabupaten Melawi, menurutnya sampai hari ini keputusan belum final, apakah Melawi tesnya di Kabupaten Sintang atau menyelenggarakan sendiri. Jadi masih menunggu keputusan dari BKN.

"Kalau Melawi satu dengan kita, artinya komputer itu harus kita persiapkan betul. Karena nanti akan ada beberapa sesi dalam tesnya, jadi memakan waktu. Sekarang Sintang saja sudah 2800 peserta, itu saja bisa memakan waktu 2-3 hari," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved