Pileg 2019
Dua Periode di DPRD Provinsi, M Jimi Optimis Melenggang ke Senayan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kalbar ini pun mengatakan, tentunya setiap calon yang didaftarkan telah punya kemampuan masing-masing.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kalbar dua periode, M Jimi optimis akan duduk di Senayan. Dengan pengalaman serta malang melintang di dunia perpolitikan Kalbar, politisi Kalbar ini pun meyakini mendapatkan 100-120 ribu suara.
"Persiapan semua kader yang masuk DCS kemudian menjadi DCT, suka tidak suka harus siap, karena kami di PDI Perjuangan bukan baru sekarang nyaleg melainkan sudah beberapa kali terbukti saya sudah beberapa periode di DPR ini dengan segala kesiapan baik mental dan seterusnya, jadi kita sudah sangat siap untuk maju," ujarnya, Selasa (02/10/2018).
Mengenai peluang, walaupun banyak petahana dan mantan kepala daerah termasuk kadis, ia tetap optimis karena punya peluang yang sama.
Baca: Satu Periode di Provinsi Mantap Maju DPR RI, Guntur Pastikan Tak Ada Daerah Dianak Tirikan
"Soal peluang, semua punya peluang, jadi siapapun diantara kita punya peluang yang sama makanya pihak parpol yang mengusung sudah menetapkan kita dengan DCT melalui KPU RI dan KPUD, jika ditanya pribadi kami ditetapkan dengan rivalitas yang konon katanya berival, menurut saya tidak, namun yang ada persaingan sehat merebut hati rakyat, suara rakyat yang Insyallah siapapun dipilih terbaik menurut rakyat," jelasnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kalbar ini pun mengatakan, tentunya setiap calon yang didaftarkan telah punya kemampuan masing-masing.
"Setiap yang dicalonkan DPP, semua punya kapabilitas yang cukup untuk maju sebagai legislasi di Senayan, oleh karenanya kita tidak boleh memunculkan figur yang seolah mengkampanyekan diri, maka akan lebih baik secara general baik PDI Perjuangan atau partai lain," tuturnya.
Jika terpilih, M Jimi pu mengatakan akan memperjuangkan beberapa hal dari Kalbar, termasuk masalah pertanian dan nelayan.
"Kalau pribadi saya, fokus untuk Kalbar ialah soal pertanian, karena pertanian hari sekarang ini mereka hanya menjadi kuli ditanah sendiri, dan untuk itu pemerintah melalui regulasi DPR harus ditolong dengan regulasi yang berpihak kepada mereka," katanya.
"Kemudian nelayan, yang hari sekarang juga menurut saya kurang mendapat porsi yang cukup bagaimana mereka bisa mensejahterakan diri, contohnya seperti petani bagaimana mungkin pendapatan perkapita bisa naik dan produktivitas meningkat apabila sarana pengelolaan kurang terperhatikan, seperti pupuk dan alsintan lainnya, maka memerlukan biaya dan dorongan dari pihak pemerintah," timpalnya.
Walaupun diakuinya, pemerintah tentu juga tidak sanggup, maka ada balancing dan keseimbangan disitu.
"Petani punya tanah yang jelas, ada sertifikatnya baru bisa mengerjakan itu yang artinya secara berkeyakinan. Kemudian jika memerlukan alat bisa mengagunkan sertifikat ke bank agar mendapat nodal garapan. Dengan begitu untuk menggarap pertanian yang baik bisa dicapai dan bisa meningkat pendapatan perkapita. Kemudian harus ada Bank Pertanian yang spesial untuk mengurusi hal tersebut," ungkapnya.
Walau begitu, Caleg DPR RI nomor 4 Dapil 1 PDI Perjuangan ini mengatakan belum memulai untuk kampanye.
"Soal kampanye Insyallah kita sudah mulai, cuma versi kampanye bermacam-macam, ada yang kampanye turun, ada yang pasang baliho, medsos dan seterusnya, karena rentang waktu kampanye yang begitu jauh maka saya secara pribadi menarik diri sementara waktu karena jarak capai di Kalbar 1 cukup luas, maka perlu dibagi schedule yang pas dengan pembiayaan yang terukur dan bermanfaat untuk saya nanti," ujarnya.
Ia juga menargetkan untuk mendapatkan suara sekitar 100-200 ribu suara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/anggota-dprd-kalbar-dua-periode-m-jimi_20181003_092414.jpg)