Gempa Palu

5 Fakta Pasca Gempa dan Tsunami di Palu & Donggala, Komunikasi Belum Pulih

BMKG juga menghimbau warga untuk tidak mudah terpancing informasi hoaks tentang bencana gempa di Donggala dan tsunami di Palu.

Kolase
Gempa dan Tsunami Palu & Donggala 

Ratih mengatakan, suaminya dan para tamu hotel berlarian keluar ketika terjadi guncangan gempa.

Hal serupa juga dialami Afrianti. Dirinya mengatakan, kondisi Kota Palu sementara ini lumpuh.

"Lampu di sini padam, aliran listrik mati dan tidak ada penerangan lampu. Kami hanya memanfaatkan lilin untuk penerangan sementara, rumah kami sudah rusak," katanya.

Afrianti menceritakan, guncangan gempa sangat kuat terasa sehingga menghancurkan rumah-rumah di perumahan tempat tinggalnya. 

Baca: Sibuk dengan Kerjaan dan Jarang Bertemu, Tasya Kamila Ngaku Rindu dengan Suami

Baca: Akan Dilantik Besok, Ini Komitmen Perbakin Kota Pontianak

Baca: ‎Kalapas Pontianak Tak Persoalkan Polisi dan BNN Periksa Warga Binaan

3. Himbauan BMKG untuk menjauh dari bangunan

Gempa Bumi merusak 5 unit rumah warga di Malili, Luwu Timur, Sulawesi selatan, Jumat (28/9/2018) malam.
Gempa Bumi merusak 5 unit rumah warga di Malili, Luwu Timur, Sulawesi selatan, Jumat (28/9/2018) malam. KOMPAS.com/AMRAN AMIR 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa susulan masih bisa saja terjadi. Untuk itu, dirinya meminta warga di Donggala, Sulawesi Tengah, supaya menjauh dari bangunan.

"Kami meminta masyarakat untuk menjauh dari bangunan," ujar Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di kantor BMKG Yogyakarta, Jumat (28/09/2018) malam.

Dwikorita menjelaskan, gempa dengan kekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Donggala sangat kuat dan dikhawatirkan menyebabkan bangunan retak.

"Belum tentu bangunan di sana itu juga memenuhi standar tahan gempa. Kalau sudah retak-retak dan di goyang-goyang gempa susulan, itu kan juga membahayakan," tegasnya.

Baca: Bupati Atbah: APBD 2019 Berkurang 21,32 Persen

Baca: Pastikan Mahasiswa Masuk DPT, BEM Untan Siap Jadi Mitra KPU 

Baca: Akan Dilantik Besok, Ini Komitmen Perbakin Kota Pontianak

4. BMKG: Waspada informasi hoaks terkait gempa dan tsunami

Ilustrasi hoaks.Thinkstock Ilustrasi hoaks.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, waspadai infomrasi hoaks yang hanya membuat warga resah dan cemas.

Dwikorita mengakui, gempa bumi susulan dengan magnitudo kecil masih akan terjadi di kawasan Donggala hingga Palu, Sulawesi Tengah.

"Tetap tenang meskipun gempa- gempa susulan masih akan terjadi. Mohon jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami," ujar Dwikorita, saat konferensi pers melalui sambungan Skype, dari Yogjakarta, Jumat (28/9/2018) malam.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Liga Inggris Pekan 7 di RCTI & MNC TV, Chelsea vs Liverpool

Baca: TERPOPULER - 10 Tahun Soeharto Wafat Hingga Detik-detik Tsunami Terjang Kota Palu

Baca: RAMALAN ZODIAK - Tak Perlu Bicara yang Dapat Memicu Pertengkaran

5. BMKG Kehilanggan Kontak Dengan Palu dan Donggala

Gempa beruntun di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 mulai pukul 14.00 WIB hingga 18.06 WIB. 
Gempa beruntun di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 mulai pukul 14.00 WIB hingga 18.06 WIB.KOMPAS.com/LAKSONO HARI W

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, hingga Jumat malam (28/9/2018) masih belum bisa mengontak Donggala, Sulawesi Tengah.

Kondiri tersebut membuat BMKG sulit untuk memantau kondisi terkini di Donggala.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved