Gempa Donggala

Beredar Video Suasana Kota Donggala Pasca Diguncang Gempa, Peringatan Tsunami Dicabut

Video situasi Kota Donggala, Sulawesi Tengah, pasca diguncang gempa 7,7 SR beredar di jejaring media sosial twitter, Jumat (28/9/2018) malam.

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Agus Pujianto
Twitter BNPB
Gempa Donggala 

Mengutip wikipedia, Kabupaten Donggala adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.

Ibu kota kabupaten sekaligus pusat administrasi terletak di Kota Donggala.

Kabupaten ini mempunyai luas sebesar 4275,08 km² dan berpenduduk sebanyak 301.757 jiwa pada tahun 2016.

Donggala adalah kabupaten terluas ke-7, terpadat ke-4, dan memiliki populasi terbanyak ke-4 di Sulawesi Tengah.

Kabupaten Donggala terdiri dari 16 kecamatan dan 166 desa/kelurahan.

Donggala mengelilingi wilayah Kota Palu.

Berbatasan dengan Parigi Moutong di bagian timur, Tolitoli di bagian utara dan timur laut, Sigi di bagian selatan, dan Sulawesi Barat di bagian barat dan barat daya.

Baca: Muhammadiyah Kalbar Salurkan Donasi Rp 100 Juta Untuk Korban Gempa Lombok

Donggala ditemukan dalam sumber-sumber Tiongkok sebelum abad ke-15 yang ditulis oleh J. V. Mills dan disunting Marcell Bonet di buku Chinese Navigation (1965).

Sejak tahun 1430, wilayah kota Donggala telah dikenal sebagai pelabuhan untuk memperdagangkan hasil bumi seperti kopra, damar, dan kemiri, juga ternak sapi.

Di rentang waktu yang panjang itu, Donggala adalah suatu kesatuan sebagai wilayah Kerajaan Banawa, yang bersamaan dengan masuknya kekuatan kolonial seperti kongsi dagang milik kerajaan Belanda, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).

Pada tahun 1667, VOC melalui Traktat Banawa selanjutnya mengikat Donggala untuk kali pertama dalam perjanjian penyerahan emas.

Oleh Belanda, Donggala dijadikan titik tengah di Selat Makassar untuk mengamankan jalur perdagangan laut di wilayah tersebut yang menghubungkan Makassar dan Manado.

Pada tahun 1888, Belanda melalui Plakat Panjang (Lange Verklaring) – sebelumnya Korte Verklaring (Perjanjian Pendek) menetapkan Donggala sebagai jalur eksklusif perusahaan kapal dagangnya, KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij). Jalur penting itu diberi nama Jalur 14.

Baca: Bantu Korban Gempa NTB, Karang Taruna Tuah Suri Gelar Konser Amal

Sejak Traktat Banawa 1667, Donggala telah menjadi penting tidak hanya untuk Belanda (VOC) tapi juga bagi perebutan kuasa tiga kerajaan: Ternate, Gowa (Makassar), dan Bugis (Bone).

Kepentingan di bawah pengaruh koloni Belanda itu kemudian berkaitan dengan penentuan Donggala sebagai wilayah penunjang Karesidenan Celebes en Onderhoorigheden di Makassar dan Karesidenan Midden Celebes di Manado.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved