Dorong Kesejahteraan Petani, Daniel Harap Ada Revisi Perpres Harga Pomok Pembelian Gabah
Anggota DPR RI Dapil Kalbar Daniel Johan mengaku saat ini DPR RI sedang mendorong pemerintah untuk merevisi Peraturan Presiden
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota DPR RI Dapil Kalbar Daniel Johan mengaku saat ini DPR RI sedang mendorong pemerintah untuk merevisi Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tentang Harga pokok pembelian.
Menurutnya, hal itu di dapatkan dari hasil rapat kerja (raker) dengan Bulog beberapa waktu lalu. Daniel menjelaskan, dengan Perpres tersebut ia menilai Bulog sedang terpasung sedangkan petani menangis karena hasil panen dibeli dengan harga murah.
"Kita kemarin raker dengan Bulog, salah satu keputusannya adalah kita akan mendorong pemerintah untuk merevisi Perpres yang mengatur Harga pokok pembelian. Sekarang Bulog terpasung oleh Perpres tersebut, sementara petani menangis karena harga dibawah pasaran," ujarnya, Senin (17/09/2018) saat menyerahkan Alsintan kepada kelompok tani di Sambas.
Baca: Bantuan Alsintan dari Daniel Johan, Petani Merasa Terbantu untuk Tingkatkan Produktifitas
Oleh karenanya, Daniel mengatakan dirinya mendorong hal tersebut di revisi. Untuk memberi ruang kepada Bulog membeli beras dan gabah petani sesuai dengan harga pasar.
"Kita mendorong ada perubahan, sehingga Bulog bisa membeli beras dan gabah petani dengan harga pasaran," sambungnya.
Lebih lanjut Daniel menjelaskan, apabila bisa di revisi. Maka dampaknya sangat banyak,salah satunya adalah Bulog tidak lagi khawatir untuk membeli karena khawatiran melanggar harga pasar.
"Dampaknya banyak, saat ini Bulog kehilangan kemampuan untuk membeli bukan karena tidak mampu. Tapi karena khawatir melanggar aturan kalau membeli diatas harga pasar," jelasnya.
Oleh karenanya petani menangis karena beras tidak dibeli, lalu sebaliknya beras dan habah dibeli para tengkulak (pengepul).
Menurut Daniel para tengkulak tersebut sangat sulit diatur, karena mereka pada saat beras banyak mereka akan menahan beras sehingga harganya akan turun.
Tapi pada saat beras kosong mereka keluarkan beras tersebut, sehingga harga mahal. Oleh karenanya, nilai tambah tidak untuk petani tapi hanya untuk pedagang.
Untuk itu, Daniel mendorong pemerintah merevisi Perpres untuk menjadikan petani senang, dan Bulog bisa berjalan dengan baik dan menjadi BUMN yang sehat serta harga pun bisa terjamin.
Masih menurut Daniel, dirinya sudah berkeliling lebih dari 100 Desa. Dan di desa-desa tersebut masih banyak petani yang mengusulkan untuk diberikan alat perontok padi (Power threser). Oleh karenanya, Daniel mengatakan dirinya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut.
"Setelah keleing ke kurang lebih 100 Desa, banyak petani yang mengusulkan Power threser (perontok padi) itu sudah saya sampaikan dalam raker APBN 2019, dan rasanya akan terakomodir dengan baik," lanjutnya.
Selain itu, juga banyak juga mengusulkan bantuan racun rumput, dan itu akan Daniel berjanji akan mendorong hal itu agar masif.
"Tapi yang penting adalah tahun depan kita berjuang meyakinkan pemerintah agar program hilirisasi untuk petani terwujud. Agar petani tidak hanya kerja keras untuk menghasilkan beras dan gabah, tapi juga memiliki industri pangannya, itu kita dorong sekuat tenaga agar tahun depan jadi percontohan," tutupnya.