Saprahan Di Rumah OSO, Midji Janji Segera Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Kalbar

Kondisi itu, kata Midji, harus diubah secara cepat. Ia percaya hal itu bisa diubah dan dilakukan. Menurut dia, itu hanya masalah pada data.

Saprahan Di Rumah OSO, Midji Janji Segera Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Suasana silaturahmi dan makan saprahan bagi warga Kalimantan Barat perantauan di kediaman DR Oesman Sapta Odang atau OSO, Karang Asam Utara, Jakarta, Sabtu (15/9/2018) 

“Saya serius akan mengubah itu dan akan memegang amanah yang diberikan oleh rakyat kepada saya dan Pak Ria Norsan untuk lima tahun ke depan. Kami akan berusaha menghindari  penyimpangan anggaran sekecil apapun,” tegasnya.

Ia memberikan apresiasi kepada Tokoh Kalbar sekaligus Tokoh Nasional yakni OSO yang telah menggelar acara saprahan. Momen saprahan, terang Midji, sangat baik dan efektif selain berkumpul dan bersilaturahmi juga mengumpulkan berbagai input terkait persoalan Kalbar yang harus dituntaskan.

“Terimakasih kepada Pak OSO yang telah memberikan semangat kepada pasangan Midji-Norsan. Untuk bekerja keras menata dan membangun Kalbar. Apa yang dikerjakan oleh Gubernur Cornelis sebelumnya akan dilanjutkan. Yang belum tercapai akan diperbaiki,” imbuhnya.

Midji mengingatkan kembali bahwa Pemilihan Gubernur Kalbar telah usai. Semua elemen masyarakat diajak bersama dan kembali bersatu untuk membangun Kalbar.

“Hilangkan perbedaan, satukan pandangan dan tujuan kita satu untuk membangun Kalbar yang lebih maju dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Tokoh Kalbar sekaligus Tokoh Nasional, Oesman Sapta Odang atau OSO memberikan wejangan kepada Sutarmidji agar bekerja dengan sungguh-sungguh dalam membangun Kalbar dan memberikan kesejahteraan masyarakat.

“Kalbar kaya akan sumber daya alamnya. Namun masyarakat masih banyak yang miskin. Ini ironis,” singkatnya.

Acara makan saprahan yang dIlaksanakan kediaman OSO yang  meriah serta dihadiri para tokoh dan sesepuh Kalbar.

Seperti mantan Wakil Presiden RI Hamzah Haz, Wakil Ketua MUI, Wakil Gubernur Kalbar, Sekda Kalbar, para Bupati /Walikota terpilih hasil Pilkada Serentak 2018, Rektor Untan Pontianak, Bupati Sintang, Wakil Bupati Sambas, Penjabat (Pj) Bupati Kayong Utara, masyarakat perantauan Pontianak baik yang ada di Jakarta dan Bandung, serta Tokoh Masyarakat Kalbar.

Makan Saprahan ini merupakan ciri khas adat asli Melayu Pontianak. Banyak filosofi di balik budaya makan Saprahan seperti menanamkan rasa kebersamaan setiap individu atau masyarakat yang menghadiri acara tersebut serta sikap toleransi dalam hal berbagi sesama. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved