Breaking News

Peserta Asal Palangkaraya Ini Menangi Sayembara Desain Bundaran Kubu Raya

Ia mengalahkan 55 peserta lainnya dari seluruh Indonesia. Atas keberhasilannya Alfriady berhak mendapatkan hadiah uang senilai Rp 20 juta.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Bupati Kubu Raya Rusman Ali saat berfoto bersama pemenang Sayembara Perancangan Penataan Bundaran Arteri Supadio Kabupaten Kubu Raya, Senin (20/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Peserta asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Alfriady Ivan Sahadula, berhasil tampil sebagai pemenang Sayembara Perancangan Penataan Bundaran Arteri Supadio Kabupaten Kubu Raya.

Alfriady sukses menjadi jawara setelah meraih nilai tertinggi dari dewan juri.

Ia mengalahkan 55 peserta lainnya dari seluruh Indonesia. Atas keberhasilannya Alfriady berhak mendapatkan hadiah uang senilai Rp 20 juta.

Baca: Pansus PT TBS Kembali Gelar Rapat Bersama KUD Dan Manajemen PT TBS

Baca: Berjumlah 696 Difable di Kubu Raya, Hanya 13 yang Dapat Bantuan

Suksesnya penyelenggaraan sayembara diapresiasi Bupati Kubu Raya Rusman Ali.

Hasil karya desain pemenang dari Sayembara Perancangan Penataan Bundaran Arteri Supadio Kabupaten Kubu Raya, Senin (20/8/2018)
Hasil karya desain pemenang dari Sayembara Perancangan Penataan Bundaran Arteri Supadio Kabupaten Kubu Raya, Senin (20/8/2018) (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH)

Rusman Ali yang menyaksikan langsung sesi presentasi dari lima besar nominator di Kantor Bupati Kubu Raya menyatakan pihaknya tidak terlibat sama sekali dalam proses penentuan pemenang.

“Tidak ada intervensi kepada panitia. Saya serahkan dan percayakan semua penilaian kepada dewan juri. Terima kasih kepada 56 peserta yang telah berkontribusi untuk Kabupaten Kubu Raya. Ini bukan masalah nilainya, melainkan kita mengharapkan bagaimana kreasi-kreasi anak-anak muda ini bisa ditampilkan sehingga nantinya bisa kita buat tugu agar menjadi kenangan dan sejarah,” tutur Rusman seusai pengumuman pemenang. 

Menurut Rusman, ditampilkannya hasil-hasil kreasi desain penataan Bundaran Arteri Supadio akan menjadi motivasi bagi para arsitek dalam mengembangkan bakat dan kariernya. Ia menegaskan sayembara bukan semata soal nilai hadiah, melainkan bagaimana sebuah kreasi dapat dihargai dan dilestarikan.

“Tahun ini baru ide. Untuk realisasinya tentu akan dikompromikan dulu dengan teman-teman di DPRD Kubu Raya. Tentu saya tidak bisa memutuskan sendiri. Ini akan dikomunikasikan dengan DPRD untuk selanjutnya bisa disepakati,” ujar Rusman.

Rusman mengatakan dalam tataran realisasi pembangunannya nanti, hasil karya pemenang pertama tidak serta merta digunakan.

ia menerangkan desain yang kelak menjadi acuan pembangunan adalah kolaborasi dari lima besar karya finalis. Hal itu akan ditentukan melalui pembahasan bersama pihak-pihak terkait lainnya termasuk DPRD Kabupaten Kubu Raya

“Tidak mesti juara satu yang kita buatkan tugu. Mungkin dari juara satu kita ambil misalnya unsur desain mangrovenya. Dan dari juara lainnya kita ambil aspek-aspek lainnya seperti benteng dan sebagainya. Jadi kita kolaborasi. Sehingga nanti juga kita akan rapat dengan teman-teman DPRD. Karena bundaran ini kan milik masyarakat,” ucap Rusman. 

Sang pemenang, Alfriady Ivan Sahadula, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang membuat sayembara terbuka untuk umum dengan skala nasional.

Ia juga berterima kasih kepada dewan juri yang mempercayai konsep “Benteng Mangrove Sang Penjaga” yang ditawarkannya.

Dosen Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Palangkaraya ini menyebut karyanya sebagai persembahan untuk Kabupaten Kubu Raya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved