Libatkan Kelompok Masyarakat untuk Cegah Karhutla
Selain itu perlu juga pengaktifan kelompok masyarakat, serta membangun kembali semangat gotong royong.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala Manggala Agni DAOPS Pontianak, Sahat Irawan Manik mengatakan, karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalbar diperlukan penanganan yang tepat.
Penanganan Karhutla paling efektif adalah penanganan dini, pada saat titik api ditemukan segera di padamkan sedini mungkin.
Oleh karena itu kesiapan peralatan tingkat tapak sangat dibutuhkan, kemudian secara teknis dalam pemadaman lahan langkah pertama adalah dengan melokalisir areal terbakar agar tidak meluas.
"Pencegahan sejak dini ini sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat tingkat, dengan beberapa kegiatan yaitu, pemetaan kepemilikan lahan dan areal rawan karhutla dari tingkat RT dan seterusnya. Kemudian pendampingan kepada masyarakat dalam mengelola lahannya, agar menghindari penggunaan api," terang Manik, Selasa (14/8/2018).
Tak kalah penting juga dalam meningkatan kapasitas masyarakat, baik dalam bidang pertanian /perkebunan, maupun kemampuan ekonomi kreatif lainnya. Kemudian penyiapan peralatan pemadam sederhana di tingkat RT / RW / Dusun /Desa.
Selain itu perlu juga pengaktifan kelompok masyarakat, serta membangun kembali semangat gotong royong.
Kebakaran yang terjadi di Kabupaten kubu raya saat ini sebagian besar pada lahan perorangan, baik itu yang diduga untuk pertanian, perkebunan, maupun perumahan. Karena itu kembali pada kesadaran masyarakat memang perlu diperkuat lagi.
"Jangan sampai membuka lahan dengan cara dibakar yang dampaknya sangat merugikan," tambahnya.
Untuk perangkat yang diperlukan dalam penanganan karhutla ini setiap orang atau badan usaha yang berkaitan dengan aktifitas diatas lahan seharusnya mempunya peralatan pemadaman sederhana. Misalnya berupa mesin, selang, nozzle serta peralatan manual untuk menangani karhutla di wilayahnya masing-masing.
Namun tetap juga mengupayakan langkah-langkah pencegahan seperti pembuatan jalur hijau, embung air dan lain-lain. Tentu kita berharap karhutla yang terjadi di Kalbar ini dapat segera diatasi sehingga ditahun-tahun berikutnya tidak lagi terulang.