Sempat Buron, Sipir Yang Aniaya Napi Hingga Tewas Akhirnya Tertangkap, Pengakuannya Bikin Kaget

Joni menjadi buronan petugas selama lima bulan atas kasus penganiayaan terhadap narapidana hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

The Guardian
Ilustrasi penjara. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PALEMBANG - Joni Saputra (36), sipir Lapas Merah Mata yang menjadi buronan petugas, akhirnya dibekuk.

Joni menjadi buronan petugas selama lima bulan atas kasus penganiayaan terhadap narapidana hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

"Ya memang saya yang melakukan pemukulan itu, saya pukul kepalanya pakai besi berkali-kali. Saya lakukan itu di dekat pos jaga sewaktu saya lagi piket jaga," ujar Joni, ketika rilis perkara di Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (9/7/2018).

Baca: Aksi Jambret Oknum Pegawai Rutan Mempawah Terekam CCTV, Ini Kata Kepala BKD Terkait Sanksi

Baca: Tiba di Putussibau, Kapolres Kapuas Hulu yang Baru Disambut Tepung Tawar

Baca: Penemuan Kerangka Manusia Hebohkan Warga Padangsidempuan

Baca: Persembahan Tari Kolosal Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional

Joni dibekuk petugas Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, ketika sedang berada di rumah keluarga mertuanya di kawasan Plaju Palembang, Sabtu (7/7/2018).

Joni ditangkap lantaran melakukan penganiayaan terhadap narapidana atas nama Bisan Azhari hingga menyebabkan korban tewas.

"Waktu itu saya bawa keluar dari dalam sel dan cuma lima menit. Setelah itu saya antar lagi ke dalam sel dan kondisinya masih sehat," ujar Joni.

Penganiayaan terhadap korban Bisan, Joni mengakui lantaran dipicu karena korban menyebar kabar bahwa memiliki hutang narkoba kepadanya sebesar Rp 500 ribu.

Kabar didapat Joni dari salah satu narapidana. Maka itu Joni merasa emosi dan langsung menjemput korban lalu dipukul menggunakan besi pemukul lonceng.

"Itulah sebabnya, padahal saya tidak pernah ada urusan. Katanya ia (korban) meminta uang kepada keluarganya dengan alasan punya hutang narkoba kepada saya. Waktu itu saya pukul pakai pemukul lonceng, tapi saya lupa berapa kali memukulnya," ujar Joni yang mengakui bahwa selama buronan polisi dirinya sama sekali tidak bekerja dan selalu berpindah-pindah.

Kasus penganiayaan terjadi pada, Selasa (6/2/2018) pukul 10.00. Pelaku Joni melakukan penganiayaan terhadap korban Bisan di pos jaga Lapas Merah Mata.

Halaman
12
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved