Pilgub Kalbar
QUICK COUNT Pilgub Kalbar Versi KPU Hingga Pukul 16.00 WIB, Karolin Capai 1 Juta Suara
Jika terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya.
Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
Selain aparat kepolisian, peran anggota perlindungan masyarakat (Linmas), terbilang penting pada hari pemungutan suara pilkada serentak 2018, Rabu (27/6/2018).
Personel linmas turut melakukan penjagaan di tempat-tempat pemungutan suara, untuk memastikan tak ada kecurangan maupun peristiwa yang menciderai pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Namun beda hal nya dengan seorang anggota Linmas di TPS 1 Kelurahan Sungai Jawi Luar Pontianak Barat, Kalbar, Mustafa justru tertimpa kemalangan karena menjaga TPS nya.
Baca: Lionel Messi Cs Jadi Sasaran Empuk Aksi Kotor di Piala Dunia 2018
Baca: Laga 16 Besar Piala Dunia Pakai Bola Model Baru, Ini Makna dan Artinya
Lelaki berusia 61 tahun tersebut sakit, karena menenggak segelas tinta pilkada atau tinta sidik jari pemilih yang dikiranya kopi.
"Tadi saya mengobrol dengan bapak ini. Beliau bernama Mustafa. Usianya 61 tahun. Bapak ini mengantuk berat saat jaga TPS. Semalaman tak tidur, jaga TPS. Sampai-sampai salah minum kopi. Tinta pula yg diminumnya. Lokasi di TPS 1, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Pontianak Barat," tulis akun Facebook bernama Ocsya Ade Chintawa Putra, Rabu sore.
Mustafa mengatakan ia tak tidur semalaman suntuk demi menjaga TPS tersebut.
“Akibatnya mengantuk dan saya tidak sengaja meminum tinta itu,” tukasnya.
Ia menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu siang sekitar pukul 11.00 WIB, tatkala TPS 1 yang dijaganya ramai dikunjungi pemilih.
Agar tetap segar guna melakukan penjagaan, Mustafa mengakui membuat segelas kopi dan diletakknya di samping gelas plastik berisi tinta.
”Saya mengantuk, dan mata saya juga melihat situasi TPS saat mengambil kopi. Ternyata yang terambil adalah gelas tinta. Untung cuma seteguk, saya muntahkan berkali-kali. Sekarang saya batuk-batuk,” katanya.
Tunggu Real Count
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji mengatakan bahwa hasil dari penghitungan suara hasil pencoblosan 27 Juni 2018 akan difinalisasi pada 3 Juli 2018.
“Memfinalkan angka prosentasenya yang pasti tanggal 3 Juli itu tim akan turun dari Jakarta,” ungkapnya saat diwawancarai usai awak media usai video conference dengan perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama unsur Forkompinda Kalbar di Ruang Audio Visual, Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (28/6/2018) siang.
Dodi menimpali adanya hasil penghitungan cepat atau quick count yang sudah dilakukan oleh berbagai pihak.

Pada Pilgub Kalbar, quick count menempatkan Sutarmidji-Ria Norsan sebagai pasangan calon (paslon) yang memiliki suara terbanyak. Di Pilwako Pontianak, Edi-Bahasan menjadi paslon dengan suara teratas.